Jawa Barat, Lingkar.news – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong industri perbankan di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning), Jawa Barat, untuk meningkatkan penguatan pembiayaan pada sektor produktif. Langkah ini dinilai krusial untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah di tengah dinamika ketidakpastian ekonomi global.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, pada Sabtu (18/7/2026) menyatakan bahwa fungsi intermediasi perbankan harus mampu memberikan manfaat nyata kepada masyarakat melalui penyaluran kredit yang berkualitas.
Dian menegaskan bahwa ukuran keberhasilan industri perbankan tidak hanya terbatas pada pertumbuhan aset atau profitabilitas, melainkan juga pada seberapa besar kontribusi nyata perbankan dalam mendorong perkembangan ekonomi di tingkat lokal.
Perbankan harus mampu menjadi penggerak aktivitas ekonomi melalui pembiayaan yang sehat dan tepat sasaran kepada sektor-sektor produktif.
Ia menambahkan bahwa optimalisasi pembiayaan ini memiliki peran strategis untuk memperkuat dunia usaha, memfasilitasi UMKM agar naik kelas, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Dian meminta pihak perbankan di wilayah Ciayumajakuning untuk memetakan karakteristik ekonomi di masing-masing daerah guna memastikan strategi penyaluran pembiayaan selaras dengan potensi unggulan wilayah.
Dana masyarakat yang dihimpun perbankan harus kembali menjadi energi bagi pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan sektor produktif.
Selain fokus pada fungsi intermediasi, ia juga menekankan pentingnya bagi perbankan untuk tetap menjaga prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), manajemen risiko, integritas, dan inovasi menghadapi tantangan ekonomi.
Kami ingin industri perbankan tumbuh sehat sekaligus mampu menjawab kebutuhan pembiayaan pembangunan yang terus berkembang.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menilai bahwa penguatan industri perbankan merupakan investasi jangka panjang dalam mempercepat akselerasi ekonomi di Ciayumajakuning. Berdasarkan data per triwulan I-2026, penyaluran kredit BPR di wilayah tersebut tercatat sebesar Rp2,16 triliun, tumbuh 7,55 persen sejak awal tahun. Sementara itu, aset BPR mencapai Rp2,96 triliun dengan rasio kecukupan modal (CAR) yang terjaga kuat di angka 21,74 persen.
Sebagai kesimpulan dari data tersebut, kinerja positif perbankan menjadi fondasi utama dalam memperluas cakupan pembiayaan produktif guna meningkatkan investasi dan kesejahteraan di wilayah terkait.
Kinerja tersebut menjadi modal penting untuk memperluas pembiayaan sektor produktif. Semakin kuat perbankan, semakin besar peluang UMKM berkembang, investasi meningkat, dan ekonomi Ciayumajakuning bertumbuh.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis