Cirebon, Lingkar.news – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memprioritaskan upaya menjaga produksi beras di daerah itu tetap mencapai 300 ribu ton per tahun guna mempertahankan surplus pangan.
Kepala Subsektor Produksi Tanaman Pangan Distan Kabupaten Cirebon Iwan Mulyawan mengatakan produksi beras daerah tersebut saat ini mencapai sekitar 350.000-360.000 ton per tahun.
Menurut dia, angka tersebut masih menghasilkan surplus sekitar 90.000 ton per tahun sehingga Kabupaten Cirebon tetap menjadi salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Barat.
Ia mengatakan surplus beras tersebut mengalami penurunan dibandingkan satu dekade lalu, yang mencapai sekitar 110.000 ton per tahun.
“Ada penurunan sekitar 20.000 ton dibandingkan periode 2014-2015. Hal itu dipengaruhi oleh penyusutan lahan pertanian dan pertumbuhan jumlah penduduk,” katanya.
Berkurangnya luas lahan pertanian dan meningkatnya jumlah penduduk menjadi faktor utama yang memengaruhi tren penurunan surplus tersebut. Distan mencatat luas baku sawah di Kabupaten Cirebon saat ini sekitar 49.690 hektare, lebih rendah dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 50.466 hektare.
“Dari total luas tersebut, sekitar 44.000-45.000 hektare digunakan untuk budidaya padi, sementara sisanya dimanfaatkan untuk tanaman palawija dan hortikultura,” tuturnya.
Untuk menjaga produksi tetap stabil, Distan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi musim kemarau tahun ini, terutama dalam hal manajemen pengairan.
“Kami memastikan distribusi serta ketersediaan air bagi lahan pertanian tetap terjaga selama musim kemarau,” katanya.
Pihak dinas juga menyiagakan pompa air bantuan pemerintah maupun milik petani serta mendorong percepatan masa tanam agar tanaman lebih siap menghadapi kondisi kering.
“Dukungan itu penting untuk menjaga produktivitas pertanian dan mempertahankan produksi beras Kabupaten Cirebon di tengah ancaman kekeringan,” katanya.
Berdasarkan data pada periode Januari hingga April 2026, produksi Gabah Kering Giling (GKG) di Kabupaten Cirebon tercatat mencapai 139.811 ton atau setara dengan 89.633 ton beras. (rara-lingkar.news)