Sebagian Siswa SMKN 1 Cileungsi Belajar di Tenda Darurat Usai Gedung Ambruk

BOGOR, Lingkar.news Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bantu buatkan ruang kelas darurat usai gedung SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat roboh pada, Selasa, 9 September 2025.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan tiga tenda yang dibangun akan digunakan sebagai ruang kelas darurat selama proses revitalisasi.

Mudah-mudahan ini tetap bisa menjadi sarana pembelajaran walaupun memang namanya darurat, tetapi tetap bisa menjadi sarana untuk anak-anak belajar dengan sebaik-baiknya,” kata Mu’ti usai meninjau kondisi terkini SMKN 1 Cileungsi di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Kamis, 11 September 2025.

Kemendikdasmen mengalokasikan anggaran Rp2 miliar untuk memperbaiki tiga bangunan sekolah dengan menggunakan skema pembangunan swakelola. Sedangkan proses revitalisasi ditarget selesai sebelum 15 Desember 2025.

Sementara itu Kepala Sekolah SMKN 1 Cileungsi Meisye Yeti mengatakan seluruh kegiatan belajar mengajar sejak bencana terjadi hingga Jumat, 12 September berlangsung secara daring.

Selanjutnya pada Senin, 15 September 2025 pihak sekolah memberlakukan kegiatan belajar mengajar secara hybrid, daring dan luring secara bergantian dengan memanfaatkan tenda dan ruang kelas lain yang masih aman dan layak.

Atap dan Dinding Gedung SMKN 1 Cileungsi Ambruk, 1 Siswa Patah Tulang

Meisye menjelaskan kegiatan belajar mengajar dengan metode hibrid tersebut harus dilakukan mengingat bangunan yang rusak tersebut merupakan ruang kelas 11 dan 12 yang memerlukan kegiatan belajar praktik.

“Untuk pembelajaran produktif itu tidak bisa secara daring, harus memang betul-betul anak-anak melaksanakan kegiatan praktik di sekolah,” jelasnya.

Sebelumnya pada Selasa, 9 September 2025, SMKN 1 Cileungsi mengalami musibah atap roboh pada pukul 09.15 WIB saat kegiatan belajar mengajar, termasuk sosialisasi sertifikasi keahlian kerja bagi murid kelas 12.

Pascamusibah tersebut, pihak sekolah mencatat sebanyak 30 murid mengalami luka ringan-sedang, dengan beberapa murid sudah mendapatkan perawatan dan beberapa murid lainnya masih dalam perawatan di Rumah Sakit Radjak Hospital Cileungsi.

Jurnalis: Anta
Editor: Ulfa Puspa