Polda Jabar Fasilitasi KUR Tanpa Agunan bagi Petani Jagung

SUMEDANG, Lingkar.news Polda Jawa Barat (Jabar) memfasilitasi akses pembiayaan bagi kelompok tani jagung melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa agunan untuk mengakhiri ketergantungan petani terhadap tengkulak.

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan pembiayaan tersebut disalurkan melalui kolaborasi dengan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

“Kelompok tani dapat mengakses KUR tanpa agunan dengan nilai maksimal Rp100 juta untuk mendukung kegiatan penanaman jagung tanpa tengkulak,” ujar Rudi saat kegiatan penanaman jagung serentak kuartal I 2026 di Kecamatan Ujungjaya, Sumedang, Sabtu (7/3/2026).

Pinjaman Disalurkan Melalui Distributor

Kapolda menjelaskan bahwa dana pinjaman tidak diberikan langsung kepada petani, melainkan disalurkan kepada distributor penyedia bibit, pupuk, dan alat mesin pertanian melalui skema ekosistem tertutup.

Melalui skema tersebut, kelompok tani binaan diperkirakan dapat memperoleh keuntungan sekitar Rp25 juta hingga Rp30 juta dalam satu periode tanam selama empat bulan setelah dikurangi biaya produksi dan cicilan pinjaman.

“Skema ini dibuat agar dana yang disalurkan benar-benar digunakan untuk kegiatan pertanian dan tidak disalahgunakan,” tambahnya.

Irjen Rudy mengatakan penyaluran pembiayaan bagi kelompok tani binaan telah berjalan di sejumlah wilayah, termasuk sekitar 440 kelompok tani di Sumedang dan 55 di Nagreg.

“Berdasarkan laporan dari Himbara, penyaluran KUR di Sumedang sudah mencapai sekitar Rp440 miliar, sedangkan di Nagreg sekitar Rp55 miliar,” katanya.

Kolaborasi Sediakan 1.200 Hektare Lahan

Selain memfasilitasi pembiayaan, Polda Jabar juga membantu mengatasi persoalan ketersediaan lahan bagi petani. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara dan Perum Perhutani.

Melalui kolaborasi tersebut, sekitar 1.200 hektare lahan dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani binaan untuk kegiatan penanaman jagung.

“Alhamdulillah kami dapat memanfaatkan sekitar 1.200 hektare lahan dari kerja sama dengan PTPN dan Perhutani untuk dikelola kelompok tani binaan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Polda Jabar juga melaksanakan penanaman jagung serentak kuartal pertama 2026 di lahan seluas sekitar 433 hektare yang tersebar di 23 Polres.

Bulog Targetkan Serapan Jagung 322 Ton

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan pihaknya menargetkan penyerapan jagung dari wilayah Jawa Barat mencapai sekitar 322 ton per bulan pada 2026.

Ia menyebutkan realisasi serapan jagung dari Jawa Barat pada 2025 telah mencapai sekitar 1.744 ton, yang menunjukkan peningkatan dalam upaya menjaga ketersediaan pangan.

“Target kami per bulan sekitar 205 ton, sedangkan Jawa Barat pada 2026 ditargetkan sekitar 322 ton dan hingga kemarin pembukuan kami sudah mencapai 1.744 ton,” katanya.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki