BANDUNG, Lingkar.news – Mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) periode 2003-2008 Danny Setiawan meninggal dunia pada Sabtu (19/9/2026) pagi. Danny wafat dalam usia 81 tahun.
Kabar duka tersebut disampaikan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya.
“Kami menyampaikan kabar duka. Telah meninggalkan kita semua, Bapak Haji Danny Setiawan, mantan Gubernur Jawa Barat,” kata Dedi.
Dedi menyampaikan belasungkawa dan mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia juga mengenang Danny sebagai sosok yang memberikan kontribusi bagi pembangunan Jawa Barat, baik ketika menjabat sebagai Sekretaris Daerah maupun gubernur.
“Saya meyakini Pak Danny Setiawan adalah ahli kebaikan. Banyak karya-karya yang diperbuat untuk kemajuan Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Dedi kemudian mendoakan agar amal ibadah Danny diterima, dosa-dosanya diampuni, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran.
“Semoga almarhum diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya, dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran,” tuturnya.
Danny Setiawan lahir di Sidoarjo, Jawa Timur, pada 28 Agustus 1945. Ia merupakan Gubernur Jawa Barat ke-13 dan memimpin provinsi tersebut pada 2003-2008, didampingi Nu’man Abdul Hakim sebagai wakil gubernur.
Danny merupakan birokrat yang meniti karier di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebelum menjadi gubernur, ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, antara lain Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Jawa Barat dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat pada 1998-2003.
Karier Danny di pemerintahan dimulai sebagai Camat Cimarga, Kabupaten Lebak, pada 1968. Ia kemudian melanjutkan pengabdiannya hingga menduduki jabatan Sekda Jabar sebelum dipercaya memimpin Jawa Barat.
Danny merupakan alumnus APDN Bandung pada 1968 dan IIP Malang pada 1973. Ia kemudian meraih gelar Magister Kebijakan Publik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung pada 2000.
Danny Setiawan meninggalkan istri, Rinania Sastrawiguna, serta empat anak, yakni Renny Dewi Pratami, Anny Dewi Lasmiani, Rio Teguh Pribadi, dan Winny Citra Dewi Utami.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki