KARAWANG, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, menyiapkan 200 ribu ton beras untuk diekspor ke Arab Saudi dan Malaysia, sesuai dengan instruksi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
“Karawang sudah ditunjuk Pak Menteri Pertanian saat berkunjung ke gudang penyimpanan beras di Karawang. Beliau langsung meminta Karawang untuk melakukan ekspor, karena sudah swasembada beras,” kata Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Karawang, Rohman, Selasa (5/5/2026).
Rohman menyampaikan beras yang disiapkan untuk ekspor berasal dari areal persawahan di dua kecamatan, yakni di Kecamatan Kutawaluya dan Kecamatan Rawamerta.
Menurutnya, beras hasil penggilingan dari dua kecamatan tersebut telah diserap oleh Perum Bulog setempat melalui gudang penyimpanan setempat.
“Karawang dipercaya untuk ekspor beras sebanyak 200 ribu ton. Waktu itu Pak Menteri meminta Karawang menjadi titik awal kebijakan ekspor nasional,” kata Rohman.
Ia menyampaikan keputusan ekspor diambil karena cadangan beras nasional dinilai aman, dengan stok mencapai sekitar 5 juta ton.
Dari jumlah tersebut, sebagian berasal dari Karawang yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional.
“Kami hanya mempersiapkan beras yang berasal dari Karawang saja, selanjutnya menjadi kewenangan kementerian,” katanya.
Sementara itu, sesuai dengan data Badan Pusat Statistik, Karawang merupakan salah satu lumbung padi nasional utama di Jawa Barat dengan produksi di atas 1 juta ton gabah kering giling per tahun.
Produktivitas padi Karawang cukup tinggi, mencapai 6,5 hingga 7 ton gabah per hektare.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki