AHY: Rumah di Sumatra Harus Lebih Tahan Bencana

JAKARTA, Lingkar.news – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan bahwa pembangunan kembali rumah warga terdampak bencana di Sumatera harus didesain dengan lebih baik untuk meminimalkan risiko bencana di masa depan.

“Kita tidak ingin hanya membangun kembali, tetapi membangun lebih baik sekaligus mencegah timbulnya bencana berikutnya,” kata Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Aceh Tamiang, diikuti dalam jaringan (daring) Sekretariat Presiden di Jakarta, Kamis, 1 Januari 2025.

Ia menyampaikan bahwa Kementerian ATR/BPN perlu mempersiapkan dengan matang tata ruang serta ketersediaan lahan untuk relokasi maupun pembangunan perumahan permanen.

Kementerian PU dan Kementerian Perumahan Rakyat juga diminta mempercepat pembangunan rumah sesuai tingkat kerusakan.

“Secara intuisi, rumah rusak berat jadi prioritas. Namun jika rumah rusak ringan bisa segera diperbaiki, pengungsi dapat lebih cepat kembali ke rumah masing-masing sehingga beban camp pengungsian berkurang,” katanya.

Menurutnya, pemerintah akan terus mengerahkan sumber daya agar hunian yang dibangun aman dan layak, sebagai langkah strategis mempercepat pemulihan kehidupan warga Aceh Tamiang.

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis, 1 Januari 2025 untuk membahas pembangunan 600 hunian sementara bagi warga terdampak banjir.

Program ini merupakan bagian dari rencana pembangunan total 15 ribu hunian Danantara oleh BPI Danantara Indonesia.

Rapat terbatas tersebut dihadiri 10 menteri Kabinet Merah Putih dan 15 Direktur Utama BUMN untuk meninjau progres tahap awal proyek tersebut. Total hunian yang akan dibangun tersebar di tiga provinsi, masing-masing 12 ribu unit di Aceh, sekitar 2.000 di Sumatera Utara, serta 500 unit di Sumatera Barat.

Untuk tahap pertama, sebanyak 600 unit hunian sementara di Aceh Tamiang ditargetkan rampung dan diserahkan pada 8 Januari 2026. Selain rumah, pemerintah juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti taman bermain, wifi, dapur umum, serta 120 unit toilet dan kamar mandi.

Dalam kunjungan kerja itu, Presiden Prabowo meninjau langsung lokasi pembangunan bersama sejumlah menteri, termasuk Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AHY, Mendagri Tito Karnavian, dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.

Jurnalis: Ant