Pemkab Cirebon perluas kampung donor darah

Cirebon (LINGKAR.NEWS) – Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memperluas program kampung donor darah untuk memperkuat ketersediaan darah serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan kemanusiaan di tingkat desa.

“Kami sudah meresmikan salah satu kampung donor darah di Desa Babakangebang, sebagai upaya memperluas titik-titik donor berbasis komunitas,” kata Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman dalam keterangannya di Cirebon, Minggu (16/11/2025).

Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat di desa tersebut, yang dinilai konsisten mengikuti kegiatan donor darah secara rutin setiap tiga bulan.

Pemerintah daerah, kata dia, menyambut baik program tersebut karena bisa memperkuat budaya gotong royong serta membantu pemenuhan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, kampung donor darah tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, karena dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Cirebon.

Ia berharap program kampung donor darah dapat diperluas hingga mencakup seluruh kecamatan. Sebab, saat ini baru ada 18 titik yang telah berjalan secara aktif.

“Ke depan kami ingin program ini ada di 40 kecamatan, karena setetes darah sangat berarti untuk membantu sesama,” katanya.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Cirebon Sri Heviayana menuturkan desa tersebut dipilih karena memiliki tingkat partisipasi warga yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Ia mengatakan antusiasme warga pun tetap tinggi meski kegiatan dilakukan pada bulan Ramadhan, yang umumnya mengalami penurunan jumlah pendonor.

Pada periode tersebut, lanjut Sri, warga Babakangebang dapat mencapai sekitar 100 pendonor, dan angka itu dinilai cukup signifikan.

“Keberadaan kampung donor darah mempermudah pemenuhan kebutuhan darah, melalui bank data golongan darah yang disusun di tingkat desa,” katanya.

Ia menyebutkan PMI Kabupaten Cirebon masih memanfaatkan dukungan anggaran dari APBD untuk menjalankan program tersebut, termasuk pembentukan kampung donor darah baru di lima kecamatan setiap tahun.

“Kami berharap seluruh desa di Kabupaten Cirebon dapat memiliki kampung donor darah, meski diakui kalau keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan dalam pengembangannya,” ucap dia. (anta/red)