BGN Cianjur Telusuri Penyebab 300 Siswa Keracunan MBG, Dapur Pemasok Ditutup Sementara

CIANJUR, Lingkar.news Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menelusuri penyebab kasus keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sekitar 300 siswa di tiga kecamatan.

Sebagian besar siswa dilaporkan telah pulih setelah mendapatkan penanganan medis. Kasus keracunan tersebut terjadi di Kecamatan Kadupandak, Sukanagara, dan Cikalongkulon pada Selasa (27/1/2026).

BGN Tunggu Hasil Pemeriksaan Lab

Koordinator Wilayah BGN Cianjur, Sirojudin, mengatakan pihaknya telah mengambil sampel makanan MBG dan muntahan korban untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

“Kami sudah mengirim sampel makanan dan muntahan korban keracunan ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan, guna memastikan penyebabnya,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).

Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan laboratorium membutuhkan waktu beberapa hari, sehingga penyebab pasti keracunan belum dapat dipastikan. Meski demikian, penanganan tetap dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Dapur SPPG Ditutup Sementara

Menurut Sirojudin, ketika dugaan keracunan terjadi di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), maka untuk sementara ditutup sampai hasil pemeriksaan keluar. Pihaknya akan menerbitkan surat resmi terkait penutupan sementara.

“Kami akan menerbitkan surat resmi dari pengawas terkait penutupan sementara dapur yang memasok MBG ke sekolah-sekolah yang siswanya mengalami keracunan,” katanya.

Sirojudin menambahkan, saat ini pihaknya melakukan koordinasi lebih lanjut dengan seluruh SPPG terkait, termasuk di wilayah Kadupandak, Sukanagara, dan Cikalongkulon serta melakukan evaluasi terkait pengolahan sampai pendistribusian.

“Kami akan melakukan evaluasi secara keseluruhan dengan tujuan agar kejadian seperti ini tidak terulang, dan ketika terjadi ada penanganan khusus, salah satunya penutupan sementara dapur,” katanya.

Mayoritas Siswa Sembuh, 4 Masih Dirawat

Berdasarkan laporan dari kepala dapur dan SPPG di tiga kecamatan, sebagian besar dari 300 siswa yang mengalami keracunan telah dinyatakan sembuh.

Saat ini, tercatat empat siswa masih menjalani perawatan di puskesmas dan rumah sakit setempat.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki