CIANJUR, Lingkar.news – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyiagakan sekitar 300 personel mengantisipasi bencana alam pada malam pergantian tahun.
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, mengatakan masyarakat yang hendak merayakan malam pergantian tahun di luar rumah diminta untuk selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca demi keamanan, kenyamanan dan keselamatan.
“Kami juga mengimbau masyarakat yang menggunakan kendaraan saat malam pergantian tahun, selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan serta mendengarkan anjuran petugas saat melintasi titik rawan bencana seperti jalur Puncak dan selatan Cianjur,” katanya, Rabu, 31 Desember 2025.
Asep menjelaskan titik rawan bencana longsor terdapat di sejumlah titik mulai dari kawasan Puncak sampai Cugenang, termasuk di sepanjang jalur selatan Cianjur mulai dari Campaka sampai Sindangbarang serta Naringgul dan Agrabinta.
“Ketika hujan lebat disertai angin kencang di jalur utama Cianjur kerap terjadi pohon tumbang, sehingga perlu diwaspadai pengendara yang hendak menghabiskan libur akhir tahun karena informasi BMKG hujan deras akan melanda Cianjur saat malam tahun baru,” terangnya.
Selama libur panjang akhir tahun, petugas dan relawan yang dilibatkan sekitar 300 orang, menempati sejumlah posko pelayanan guna membantu kelancaran arus lalulintas, membuat laporan situasi termasuk memberikan anjuran pada pengendara.
“Petugas akan memberikan informasi terkini pada pengendara yang melintas agar berhati-hati dan waspada, sedangkan yang di posko pelayanan di destinasi wisata terutama pantai selatan akan mengimbau masyarakat atau wisatawan tidak berenang dan mendekati bibir pantai,” jelasnya.
Sedangkan untuk penanganan cepat ketika terjadi bencana terutama longsor yang menutup landasan jalan, pihaknya berkoordinasi dengan dinas terkait di daerah, provinsi dan pusat, guna menyiagakan alat berat.
“Kami pastikan seluruh kendaraan operasional BPBD dalam kondisi siap pakai, termasuk peralatan seperti mesin pemotong kayu dan alat bermesin lainnya, guna penanganan cepat ketika terjadi bencana,” ucapnya.
Jurnalis: Anta