129 Rumah di Cimahi Rusak Akibat Angin Puting Beliung

CIMAHI, Lingkar.news Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, Jawa Barat, melaporkan sebanyak 129 rumah mengalami kerusakan akibat angin puting beliung yang menerjang wilayah tersebut pada Jumat (6/3/2026) sore.

Kepala Pelaksana BPBD Cimahi Fitriandy Kurniawan mengatakan ratusan rumah yang rusak itu tersebar di tiga wilayah terdampak, dengan kerusakan paling banyak terjadi di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah.

“Data sementara yang kami himpun ada 129 rumah yang mengalami kerusakan akibat angin puting beliung di tiga wilayah terdampak. Saat ini petugas masih melakukan asesmen lanjutan di lapangan,” katanya.

Kerusakan Terparah di Padasuka

Berdasarkan data sementara BPBD, dampak terparah terjadi di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, dengan total 117 unit rumah mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, hingga berat.

Selain rumah warga, dua masjid dan satu kantor rukun warga (RW) di wilayah tersebut juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang.

“Kebanyakan rusak ringan dan sedang. Ada juga yang rusak berat itu ada tiga rumah. Petugas masih melakukan pendataan,” ujarnya.

Empat Warga Luka Ringan

Bencana tersebut juga menyebabkan empat warga mengalami luka ringan setelah tertimpa atap rumah dan material bangunan yang terbawa angin.

Selain di Padasuka, 12 rumah di Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah, juga terdampak angin kencang dengan kerusakan ringan tanpa adanya korban jiwa.

“Di Kelurahan Cimahi ada 12 rumah rusak ringan. Alhamdulillah tidak ada korban,” kata Fitriandy.

Pohon Tumbang Rusak Kendaraan

Angin kencang juga menyebabkan dua pohon tumbang di kawasan dekat kompleks perkantoran Pemerintah Kota Cimahi.

Pohon tumbang tersebut berada di Jalan Rd. Hardjakusumah dan Jalan Ciawitali, yang dilaporkan merusak sebuah gerobak milik pedagang serta satu kendaraan yang berada di lokasi kejadian.

Petugas gabungan telah dikerahkan untuk mengevakuasi pohon tumbang dan melakukan pembersihan material di lokasi kejadian.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki