KOTA BANDUNG, Lingkar.news – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Bandung mencatat sebanyak 1.242 kejadian gempa bumi terjadi di wilayah Provinsi Jawa Barat dan sekitarnya sepanjang tahun 2025.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu menjelaskan, dari total kejadian tersebut, gempa terbesar tercatat berkekuatan 5,3 magnitudo, sementara yang terkecil berada pada magnitudo 1,0.
“Dari 1.242 kali kejadian, guncangan gempa bumi terbesar yang tercatat adalah 5,3 magnitudo dan yang terkecil tercatat adalah 1,0 magnitudo,” kata Teguh di Bandung, Jumat, 2 Januari 2026.
Berdasarkan kedalamannya, Teguh menyebutkan sebagian besar gempa memiliki pusat gempa kurang dari 60 kilometer, yakni sebanyak 1.092 kejadian. Sementara gempa dengan kedalaman 60 hingga 300 kilometer tercatat sebanyak 149 kejadian, dan satu gempa terjadi dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer.
“Sepanjang tahun 2025 terdapat 117 kali gempa bumi yang dirasakan,” ujarnya.
Salah satu gempa yang dirasakan masyarakat terjadi pada 20 Agustus 2025 dengan kekuatan 4,7 magnitudo dan berpusat di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Getaran gempa tersebut dirasakan hingga ke sejumlah daerah, antara lain Purwakarta, Cikarang, Depok, Bandung, DKI Jakarta, Tangerang Selatan, Bekasi Timur, Tangerang, Pandeglang, Cianjur, Lebak, dan Pelabuhanratu.
Gempa tersebut mengakibatkan kerusakan pada puluhan bangunan.
“Dampak gempa bumi ini sedikitnya merusak 70 bangunan, dengan rincian 36 rumah rusak ringan, 29 rusak sedang, dan lima fasilitas umum terdampak,” kata Teguh.
BMKG juga menekankan pentingnya peningkatan pemahaman mitigasi bencana bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meminimalkan dampak gempa bumi di wilayah rawan.
“Kami mengimbau jika terjadi gempa bumi, masyarakat diminta untuk tenang, waspada, serta tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab,” ujar Teguh.
Selain itu, BMKG Bandung merekomendasikan agar masyarakat menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa serta mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan informasi resmi dari BMKG apabila terjadi gempa bumi.
Jurnalis: Ant
Editor: Rosyid