Pertamina Tunjukkan Ketatnya Kontrol Kualitas BBM

JAKARTA, LINGKAR – Demi menjamin Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dijual Pertamina sesuai spek sekaligus menepis isu BBM jenis Pertamax oplosan, PT Pertamina Patra Niaga terus melakukan proses quality control pada BBM sejak sebelum dipindah ke terminal BBM hingga didistribusikan ke masyarakat. 

Salah satu yang diuji dalam quality control adalah pengujian nilai RON Cooperative Fuel Research atau CFR engine yang telah terkalibrasi dan sesuai dengan standar internasional. 

“Kami melakukan pengujian sampel BBM yang datang dari kapal sebelum bongkar di terminal BBM. Proses ini merupakan bagian dari quality control kami untuk memastikan spesifikasi BBM yang kami terima sesuai,” kata Analis Laboratorium BBM Integrated Terminal Jakarta, Yulandha Hidayat, belum lama ini. 

Setelah pengujian sesuai dan didapati bahwa BBM sesuai spesifikasi, maka BBM akan langsung dibongkar ke terminal BBM.

“Untuk pengujian RON 92, hasil ujinya sudah tertera di layar 92.1. Setelah pengujian ini dilakukan, hasil akan menjadi acuan kami untuk proses bongkar dari kapal ke terminal BBM,” imbuhnya. 

Lalu dilakukan pembongkaran dan BBM dikirim ke SPBU, maka SPBU juga akan melakukan quality control. Termasuk pada spek BBM, dokumen, dan kualitasnya. 

“Kalau sudah sesuai kita lakukan ambil sampel, ketika sudah melakukan density selesai semua baru kita proses bongkar di tangki kita,” ujar quality control SPBU Coco Jakarta, Ahmad Khaerudin. 

Desinty atau massa jenis adalah ukuran massa suatu benda per satuan volumenya. 

Sebelum didistribusikan ke masyarakat, sambungnya, BBM masih akan dilakukan ukur massa guna kembali memastikan BBM benar-benar sesuai spesifikasi. 

“Setelah semuanya on spek baru kita distribusikan ke konsumen, yaitu bagian dari SOP dan kita lakukan setiap hari setiap kita penerimaan BBM,” ucap Ahmad. 

Lebih jauh, guna meyakinkan masyarakat mengenai spesifikasi dari BBM itu, pihaknya pun kerap mengedukasi konsumen, bahkan membawa sampel untuk dilihat langsung oleh masyarakat. “Masyarakat tidak usah khawatir dan tidak usah takut bahwa bahan bakar yang kita jual sudah sesuai dengan spek Dirjen Migas,” tandasnya. (RAKA WIJAYA – LINGKAR)