Masih Ada 10 Kepala Daerah Belum Nyusul Retreat di Magelang

JAKARTA, Lingkar.news Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menanggapi terkait belum semua kepala daerah mengikuti retreat atau pembekalan di Akademi Militer (Akmil) Magelang sejak 21 Februari 2025.

Sebelumnya, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan ada sepuluh kepala daerah yang belum bergabung dalam retret hingga Senin, 24 Februari 2025 malam.

Kepala daerah yang belum hadir adalah Gubernur Bali I Wayan Koster juga kepala daerah dari Asmat.

“Peserta retret secara keseluruhan itu ada 503. Dalam catatan kami, yang sudah ada di dalam, yang bergabung itu 493,” kata Bima Arya, Selasa, 25 Februari 2025. 

Mendengar kabar tersebut, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan retreat di Akmil Magelang merupakan program khusus dari Presiden yang sudah dirancang sebelum pelantikan kepala daerah.

“Program ini sudah terkomunikasikan sejak awal, ya, bahkan sejak sebelum pelantikan kepala daerah,” ucap Eddy saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 25 Februari 2025.

Eddy menuturkan bahwa progam retreat di Akmil Magelang memiliki banyak manfaat bagi para kepala daerah, salah satunya untuk memahami program-program pemerintah pusat untuk diterapkan di daerah.

“Kepala daerah pun akan memetik banyak manfaat dari pelaksanaan retreat itu. Pertama, bisa memahami program-program pemerintah pusat yang nanti akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. Ditambah juga akan melakukan networking, membangun jaringan dengan sesama Kepala Daerah yang lain agar kerjasama ke depan itu akan jauh lebih mudah karena sudah saling mengenal bahkan ke tahap pengenalan yang sudah dekat dan pribadi,” paparnya.

Mantan Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) ini berharap kepala daerah yang belum ikut retreat akan segera menyusul, mengingat masih ada waktu hingga tanggal 28 Februari 2025.

“Jadi kami sangat optimis ketika kemudian teman-teman dari Kepala Daerah lain yang belum bergabung akhirnya bergabung juga. Di satu pihak banyak manfaat yang bisa dapat diperoleh dari bergabung bersama Kepala Daerah yang lain,” paparnya.

Mengenai kepala daerah yang belum ikut retreat merupakan dari fraksi PDIP, Wakil Ketua MPR RI ini mengingatkan untuk menciptakan kesejukan politik. Ia tidak ingin ada isu miring yang muncul.

“Ini akan menunjukkan sebuah kesejukan politik ya. Memang kita lihat yang tidak hadir retreat itu sebagian Kepala Daerah dari PDIP. Tentu itu membangun tanda tanya yang besar mengapa tidak hadir, meskipun dugaan-dugaan sudah ada,” paparnya.

“Tetapi intinya karena kemarin sudah bergabung dan kami berharap bahwa dinamika politik ataupun suasana politik yang sebelumnya menjadi banyak menjadi tanya-tanya di masyarakat itu sudah bisa terselesaikan,” tandasnya. Sebelumnya Kementerian Dalam Negeri menginstruksikan agar kepala daerah yang tidak hadir saat retreat untuk bisa diwakilkan oleh sekretaris daerah atau wakil kepala daerah. (Lingkar Network | Hikmatul Uyun – Lingkar.news)