Bekasi, Lingkar.news – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meresmikan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/8/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam menekan volume produksi sampah secara nasional, terutama di wilayah-wilayah yang dikategorikan darurat sampah.
“Kami sudah di Bali, Jawa Barat di Bandung dan Bekasi ini sudah yang ketiga. Wilayah-wilayah tersebut yang masuk kategori darurat sampah,” kata Zulhas.
Pembangunan fasilitas dengan skema kerja sama pihak ketiga ini ditargetkan selesai dalam dua tahun. Proyek ini diproyeksikan mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari menjadi energi listrik. Pemerintah juga bersinergi dengan TNI Angkatan Darat untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar minyak dengan kapasitas mencapai 1.500 ton per hari.
“Mudah-mudahan dalam waktu beberapa tahun ke depan kita akan menghabisi gunung-gunung sampah di Kota Bekasi yang timbulan terbarunya sampai 60 meter. Kalau sampah baru sampai 1.500 ton kemudian sampah lama 1.000 ton,” ujarnya.
Sebagai kesimpulan, penanganan sampah akan mencapai hasil maksimal jika masyarakat turut serta memilah sampah dari sumbernya, dengan target 70 persen sampah terurai dalam tiga tahun mendatang.
“Menurut dia, persoalan sampah dapat ditangani secara maksimal apabila masyarakat turun mengambil peran dengan memilah sampah langsung dari sumbernya. Zulhas bahkan optimistis minimal 70 persen sampah terurai dalam dua hingga tiga tahun mendatang,” tulis keterangan tersebut.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa pengolahan sampah menjadi BBM ditargetkan beroperasi awal tahun depan untuk mengurai sampah yang telah menggunung.
“Mudah-mudahan segera ya, awal tahun depan kami sudah bisa beroperasi, satu-dua bulan pembangunan fasilitasnya dan kalau proses pengolahan sampah sudah mulai, berkurang sampahnya, kita tambah lagi pabriknya,” kata Maruli.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyambut baik langkah jangka pendek melalui dukungan TNI AD untuk mengubah sampah menjadi solar sebelum program PSEL berjalan sepenuhnya.
“Artinya dalam jangka pendek kita sudah ada gambaran untuk menyelesaikan. Dan hal-hal teknis seperti di Bandung, Bandung Barat, ada area Perhutani. Kalau perlu Pemprov Jabar mengeluarkan biaya sewa untuk 30 tahun ke depan terhadap tanah itu, kita bersedia,” ungkap Dedi.
Terkait sinergi program ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran untuk mengelola sampah sejak dari rumah tangga.
“Dua hal ini kita menyambut gembira dengan harapan ke depan rakyat juga berkesadaran untuk tidak membuang sampah di mana saja. Disiapkan tempat sampah di rumah masing-masing. Dan atas inisiatif dari Pak Kemenko Pangan, sampahnya sudah terolah dari tingkat rumah tangga,” kata Dedi.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis
