PURWADADI, LINGKAR.NEWS – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kementerian Desa Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi pendamping desa di empat kecamatan wilayah selatan, yakni Kecamatan Purwadadi, Lakbok, Banjarsari, dan Banjaranyar, pada Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Desa Sukamulya ini bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman teknis serta meningkatkan akuntabilitas kinerja para Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) di lapangan.
Koordinator TPP Kabupaten Ciamis, Dedi Sutardi, dalam sambutannya menekankan pentingnya tertib administrasi melalui pengisian Daily Report Pendamping (DRP) sebagai representasi hak dan rekam jejak kinerja pendamping.
Menurutnya, di tengah tuntutan kerja nasional yang semakin dinamis, TPP dituntut untuk mampu mendokumentasikan praktik-praktik baik di desa melalui media sosial sebagai bukti nyata manfaat Dana Desa bagi masyarakat.
“Saat ini, aplikasi pendukung kinerja terus berkembang dan harus kita kuasai. Oleh sebab itu, di sinilah kita butuh soliditas tim dalam melaksanakan tugas pendampingan. Semua ini merupakan bagian dari proses untuk terus meningkatkan kualitas kerja kita dengan harapan semuanya berjalan dengan baik,” ujar Dedi Sutardi.
Dalam sesi teknis, Tenaga Ahli (TA) Yanyan K selaku PIC eHDW menjelaskan mengenai optimalisasi aplikasi eHDW versi terbaru. Ia menekankan pentingnya peran Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Admin Desa dalam memastikan data penerima manfaat terinput dengan akurat.
Sementara itu, PIC BUMDes, Yayat S, memaparkan kewajiban pengisian formulir 115 yang mencakup data akumulasi penyertaan modal Dana Desa sejak 2015 hingga status badan hukum BUMDes. Yayat juga menyoroti pentingnya pendataan desa yang memiliki kawasan hutan guna memetakan potensi persoalan pemanfaatan lahan di wilayah administrasi desa.
Narasumber lainnya, TA Tedy Turmansyah, memberikan arahan terkait Monitoring dan Evaluasi (Monev) Dana Desa. Ia menegaskan bahwa seluruh data perencanaan, penyerapan anggaran, hingga realisasi program seperti BLT DD dan Rutilahu harus diinput secara cermat.
“Poin-poin yang harus disiapkan harus benar-benar dicermati. Semua harus berbasis data dari Pemerintah Desa dan harus terkorelasi dengan laporan harian semua TPP,” tegas Tedy.
Kegiatan ini diharapkan mampu memacu semangat para pendamping desa dalam membangun Indonesia dari desa dengan pendekatan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan regulasi terkini.
Penulis : Hirzuddin Hasan / Pendamping Desa – Lokasi : (Desa Sukamulya, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis)