Cianjur, Lingkar.news – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendata delapan rumah warga di Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, terendam banjir setinggi 60 sentimeter akibat saluran air meluap saat hujan turun deras pada Senin (21/9/2026).
Peristiwa luapan air tersebut memaksa sebanyak 24 jiwa mengungsi sementara ke rumah saudaranya yang dinilai lebih aman dari ancaman banjir susulan. Petugas gabungan yang terdiri dari TNI/Polri, Pemadam Kebakaran Cianjur, aparat desa dan kecamatan, relawan, serta warga setempat langsung dikerahkan untuk melakukan penanganan cepat agar air bah tidak kembali mengenangi pemukiman.
Sebagai langkah antisipasi, petugas gabungan bersama warga berupaya melakukan normalisasi saluran air yang tersumbat oleh berbagai jenis sampah dengan menggunakan alat seadanya agar debit air dapat segera surut dan banjir tidak meluas ke area lainnya.
Sebagai kesimpulan, peristiwa banjir di Gekbrong ini menegaskan pentingnya peningkatan kewaspadaan serta aksi gotong royong masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air dan sungai dari tumpukan sampah guna mencegah bencana serupa terulang di tengah potensi cuaca ekstrem.
“Saat ini warga mengungsi ke rumah saudaranya untuk sementara karena air setinggi 60 sentimeter mengenangi rumah, hujan lebat membuat saluran air yang menumpuk sampah tidak berfungsi dengan baik,” ujar Kepala BPBD Cianjur, Iwan Karyadi.
“Kami masih terus melakukan pendataan rumah yang terendam banjir, serta memastikan tidak ada korban jiwa atau kerusakan rumah akibat banjir,” tambahnya.
“Peralihan musim belum terjadi karena baru sebagian wilayah yang sudah turun hujan, namun kesiapsiagaan dan kewaspadaan harus ditingkatkan termasuk melakukan gotong royong membersihkan saluran air dan sungai di lingkungan tempat tinggal,” pungkasnya.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis