LINGKAR JABAR

PMI Asal Indramayu Gugur Selamatkan Rekan Kerja di Korsel, KP2MI Dampingi Pemulangan Jenazah

INDRAMAYU, Lingkar.news Kisah heroik datang dari seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Darwita, yang bekerja di Korea Selatan (Korsel). Ia gugur setelah berupaya menyelamatkan rekan kerjanya yang tenggelam di perairan Busan.

Peristiwa tersebut menjadi duka mendalam bagi keluarga sekaligus menghadirkan penghormatan atas keberanian almarhum yang mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan sesama.

Berdasarkan laporan resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Korea Selatan, Darwita meninggal dunia akibat kecelakaan kerja setelah terjatuh ke laut saat melakukan upaya penyelamatan terhadap rekan kerjanya di Busan.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan segera bergerak melakukan fasilitasi pemulangan jenazah hingga ke kampung halaman.

Atas arahan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, Direktorat Kepulangan dan Rehabilitasi menugaskan tim yang terdiri atas Dharma Saputra dan Dedo Indra Pratama untuk mengawal proses pemulangan sekaligus memastikan pendampingan terhadap keluarga almarhum berjalan maksimal.

Jenazah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis (28/5/2026) pukul 15.45 WIB. Selanjutnya, jenazah diberangkatkan menuju Kabupaten Indramayu menggunakan ambulans KP2MI dengan pendampingan dari Direktorat Kepulangan dan Rehabilitasi, BP3MI Banten, dan BP3MI Jawa Barat.

Setelah menempuh perjalanan darat selama beberapa jam, jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 23.00 WIB dan langsung diserahterimakan kepada keluarga.

Prosesi serah terima disaksikan unsur pemerintah daerah, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Indramayu, LTSA Indramayu, aparat setempat, serta keluarga besar almarhum.

Mewakili Menteri KP2MI, tim pendamping juga menyerahkan bantuan uang duka sebesar Rp20 juta kepada istri almarhum selaku ahli waris.

“Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Darwita. Beliau menunjukkan keberanian luar biasa dengan mengutamakan keselamatan orang lain meskipun harus mempertaruhkan nyawanya sendiri,” ujar perwakilan Direktorat Jenderal Pemberdayaan KP2MI saat prosesi penyerahan jenazah.

KP2MI menegaskan bahwa pelindungan PMI merupakan tanggung jawab negara yang harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses penempatan hingga ketika terjadi musibah di negara tujuan kerja.

Menurut KP2MI, kehadiran negara dalam proses pemulangan jenazah menjadi bentuk penghormatan terhadap pengabdian pekerja migran Indonesia yang telah berkontribusi bagi keluarga dan negara.

Peristiwa yang dialami Darwita juga menjadi pengingat pentingnya penguatan sistem keselamatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia di luar negeri.

Pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan perwakilan RI di luar negeri, pemerintah negara tujuan, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan hak dan keselamatan PMI terlindungi secara optimal.

Pihak keluarga almarhum turut menyampaikan apresiasi kepada KP2MI atas perhatian dan pendampingan yang diberikan selama proses pemulangan hingga jenazah tiba di kampung halaman.

Jurnalis: Hms
Editor: Basuki

Exit mobile version