LINGKAR JABAR

Pemprov Jabar dan PTDI Sepakati Kerja Sama Pengembangan Sorgum 50 Hektare

Bandung, Lingkar.news – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, perusahaan offtaker, serta Paguyuban Pasundan untuk mengembangkan mekanisasi komoditas sorgum seluas 50 hektare di lahan percontohan Jawa Barat.

Dalam skema kemitraan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berperan menyediakan lahan pertanian, sementara PTDI bertanggung jawab merancang, memproduksi, serta mengaplikasikan alat mekanisasi untuk pengolahan produk derivatif sorgum.

Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam mengintegrasikan kepakaran teknologi manufaktur dengan kebutuhan pangan di daerah.

“Insya Allah, hari ini kita tanda tangani MoU antara Pemda Jabar, offtaker PT Santana Manggala Karya, PTDI dan dinaungi oleh Paguyuban Pasundan. Kita menandatangani nota kesepakatan bersama,” ujar Gita di sela puncak HUT ke-50 PTDI di Kompleks PTDI Bandung, Sabtu (29/8/2026).

Gita menegaskan bahwa keterlibatan PTDI dalam pengembangan komoditas sorgum bukan sekadar kegiatan sosial seremonial, melainkan bagian dari misi strategis perusahaan untuk mentransfer teknologi industri presisi guna memodernisasi peralatan pertanian di Jawa Barat.

“PTDI tugasnya adalah melakukan mekanisasi. Jadi kami menghasilkan berbagai macam mesin untuk derivatif program sorgum,” jelasnya.

Kesimpulan dari pernyataan Direktur Utama PTDI tersebut, langkah mekanisasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pengolahan sorgum melalui penerapan teknologi manufaktur modern yang dikembangkan secara mandiri oleh industri kedirgantaraan nasional.

Selain sektor ketahanan pangan, PTDI juga terus memperkuat sektor edukasi melalui program Goes to School dan kolaborasi dengan perguruan tinggi bersama Paguyuban Pasundan. Langkah ini bertujuan untuk mengenalkan industri kedirgantaraan kepada generasi muda sekaligus membangun ekosistem penerbangan yang berkelanjutan.

Saat ini, PTDI juga telah menyiapkan training center yang memiliki sertifikasi Approved Maintenance Training Organization (AMTO) di Bali Utara. Fasilitas ini ditujukan untuk mencetak tenaga ahli pemeliharaan pesawat bersertifikasi internasional.

Penguatan kapasitas industri tersebut didukung oleh arahan Danantara Development yang fokus mengonsolidasi diaspora pakar aviasi Indonesia di luar negeri. Hal ini menandai transformasi PTDI yang kini tidak hanya berfokus pada produksi pesawat, tetapi juga membangun siklus industri dan teknologi nasional secara menyeluruh.

Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis

Exit mobile version