Pemkab Sumedang Mitigasi Longsor Tebing Setinggi 120 Meter di Cisoka

SUMEDANG, Lingkar.news Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, melakukan mitigasi bencana longsor tebing setinggi sekitar 120 meter yang terjadi di Dusun Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang, Bambang Rianto, mengatakan longsoran dengan lebar sekitar 25 meter tersebut dipicu pengikisan tanah akibat aliran sungai di bawah tebing.

“Longsoran terjadi akibat tergerus aliran sungai di bawahnya, dengan tinggi tebing sekitar 120 meter dan lebar kurang lebih 25 meter. Material sempat menutup aliran sungai kecil,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Material Longsor Sumbat Aliran Sungai

BPBD Sumedang langsung melakukan asesmen untuk memetakan tingkat kerawanan serta potensi longsor susulan. Salah satu perhatian utama adalah kemungkinan timbulnya genangan hingga banjir jika material tidak segera dibersihkan.

Hasil kajian awal menunjukkan perlunya penanganan cepat, terutama apabila intensitas hujan kembali meningkat di wilayah tersebut.

Pemerintah daerah bersama unsur pemerintah desa, kecamatan, TNI-Polri, dan perangkat daerah terkait bergerak melakukan pembersihan material longsor yang menyumbat aliran sungai.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi banjir bandang akibat bencana longsor tersebut yang bisa mengancam wilayah di bagian hilir.

Antisipasi Banjir di Sungai Cihonje

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang Tuti Ruswati mengatakan pihaknya telah meninjau langsung titik puncak longsor hingga area bawah yang terdampak.

“Kami melihat dari titik puncak terjadinya longsor dan di bawah sudah dilakukan pembersihan bersama dengan berbagai unsur untuk mengantisipasi bencana longsor susulan,” ujarnya.

Ia menambahkan material longsoran yang menyumbat aliran Sungai Cihonje telah dibersihkan guna mencegah potensi banjir di wilayah hilir.

“Kami juga sudah membersihkan material longsoran yang menyumbat aliran sungai yang dikhawatirkan akan terjadi banjir di aliran Sungai Cihonje. Mudah-mudahan tidak ada longsor susulan,” katanya.

Warga Diimbau Waspada Saat Hujan

Meski longsor tidak berdampak langsung pada permukiman warga, BPBD Sumedang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mendekati area longsor, terutama saat hujan turun.

Pemerintah daerah memastikan pemantauan pergerakan tanah akan dilakukan secara berkala. Koordinasi lintas sektor juga diperkuat guna meminimalkan risiko bencana lanjutan dan menjaga keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki