LINGKAR JABAR

Musim Tanam Agustus-September, Stok Pupuk Subsidi di Karawang Tersedia 4.829 Ton

Karawang, Lingkar.news – PT Pupuk Kujang memastikan ketersediaan pupuk subsidi di wilayah Kabupaten Karawang dan Jawa Barat dalam kondisi aman untuk menyambut musim tanam ketiga pada Agustus hingga September 2026.

Sebagai produsen pupuk di Indonesia, PT Pupuk Kujang terus berproduksi guna memenuhi ketersediaan pupuk, kata Officer Hubungan Eksternal, Departemen Komunikasi dan Administrasi Korporat PT Pupuk Kujang, Dondon Try Laksono, saat dihubungi di Karawang, Jabar, Jumat (21/8/2026).

Ia menyampaikan, saat ini ketersediaan pupuk subsidi, baik pupuk urea, NPK, maupun pupuk organik, cukup untuk memenuhi kebutuhan petani di musim tanam ketiga.

Dondon menegaskan bahwa ketersediaan stok pupuk menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi pupuk bagi petani, khususnya dalam memenuhi kebutuhan selama musim tanam. Ketersediaan stok yang memadai di tingkat wilayah diharapkan dapat mendukung distribusi pupuk secara tepat waktu, sehingga kebutuhan petani dapat terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga.

Sebagai informasi, stok pupuk di Karawang mencapai 4.829,92 ton, terdiri atas 2.625,06 ton urea, 2.000,49 ton NPK, dan 204,37 ton pupuk organik. Sementara itu, untuk wilayah Jawa Barat, total stok mencapai 84.858,14 ton yang meliputi 53.596,09 ton urea, 29.888,09 ton NPK, dan 1.373,96 ton pupuk organik.

Terkait realisasi penyaluran, data Pupuk Indonesia mencatat penyaluran pupuk subsidi di Jawa Barat hingga akhir Juli 2026 telah mencapai 55 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar 1.070.997 ton.

Vice President Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Cindy Sistyarani sebelumnya menyebutkan realisasi penyaluran pupuk hingga akhir Juli mencapai 589.991 ton atau 55 persen dari total alokasi.

Realisasi penyaluran pupuk subsidi itu terdiri atas 295.037 ton urea, 292.619 ton NPK Phonska, dan 331 ton pupuk ZA. Sedangkan untuk pupuk organik, realisasi penyalurannya telah mencapai 2.004 ton.

Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis

Exit mobile version