PURWAKARTA, Lingkar.news – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meresmikan dimulainya rekayasa lalu lintas satu arah (one way) nasional di Tol Trans Jawa pada H-3 Lebaran 2026, Rabu (18/3/2026).
Kebijakan ini diterapkan untuk mengurai kepadatan arus mudik yang terus meningkat menuju wilayah Jawa Tengah.
One Way dari Cikampek hingga Kalikangkung
Penerapan sistem satu arah dimulai dari KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama, Jawa Barat, hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah.
Peresmian ditandai dengan pengibaran bendera oleh Menhub bersama jajaran kepolisian, Jasa Marga, dan Jasa Raharja. Rekayasa lalu lintas ini resmi berlaku mulai pukul 13.25 WIB.
“Ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan layanan terbaik bagi masyarakat yang akan melakukan mudik,” ujar Dudy.
Sebelumnya, rekayasa lalu lintas telah diterapkan secara parsial sejak Selasa (17/3/2026), dari KM 70 hingga KM 263 Tol Trans Jawa.
Namun, peningkatan volume kendaraan pemudik yang signifikan menuju Jawa Tengah membuat pemerintah memperluas cakupan one way menjadi skala nasional.
Pengamanan dan Pengaturan Lalu Lintas
Adapun arus one way yang menggunakan jalur sebelah kanan menuju Jawa Tengah, dikawal tiga mobil polisi. Pada saat bersamaan, polisi juga sudah mengosongkan jalur tersebut sehingga tidak ada kendaraan yang bisa mengakses tol menuju ke arah sebaliknya.
Untuk itu, Dudy meminta kepada para pemudik untuk tetap memperhatikan arahan maupun petunjuk dari petugas di lapangan. Ia juga mengingatkan agar para pengemudi untuk tetap mengendalikan kecepatan kendaraan.
“Harapannya perjalanan yang dilakukan oleh masyarakat bisa dilaksanakan dengan aman, lancar, dan tentunya berkeselamatan,” katanya.
Durasi One Way Bersifat Situasional
Dudy menjelaskan bahwa pemberlakuan one way nasional bersifat fleksibel, tergantung pada kondisi lalu lintas. Jika volume kendaraan kembali normal, maka sistem lalu lintas dua arah akan diberlakukan kembali.
“Tentu kita lihat sampai seberapa jauh bangkitan dari kendaraan yang melakukan perjalanan mudik ini,” kata Dudy.
Bagi pemudik yang melakukan perjalanan dari arah timur menuju barat, pemerintah menyarankan untuk menggunakan jalur arteri.
Sejumlah jalur alternatif tersebut telah dipersiapkan guna menjaga kelancaran perjalanan selama periode mudik Lebaran 2026.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
