BANDUNG BARAT, Lingkar.news – Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 82 warga yang tertimbun longsor di lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Bencana longsor tersebut terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan proses pencarian dilakukan secara manual dengan melibatkan personel gabungan serta bantuan anjing pelacak K9.
“Dari total 113 warga yang terdampak longsor, sebanyak 23 orang berhasil selamat dan telah diamankan. Delapan orang ditemukan meninggal dunia, sementara 82 lainnya masih dalam proses pencarian,” ujar Herman di lokasi kejadian.
Baca juga: Longsor Terjang Cisarua, 7 Orang Meninggal dan 114 Masih Dicari
Herman menjelaskan, operasi pencarian dan evakuasi korban dikoordinasikan langsung oleh Bupati Bandung Barat dengan melibatkan berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, BPBD, Basarnas, serta relawan.
Menurutnya, pemerintah daerah saat ini memprioritaskan penanganan terhadap korban selamat yang telah dievakuasi ke tenda darurat, sembari menunggu kondisi cuaca dan medan yang lebih aman untuk melanjutkan pencarian korban tertimbun.
23 Warga Selamat Direlokasi ke Kantor Desa
Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, memastikan 23 warga yang selamat dari bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, telah direlokasi sementara ke kantor desa setempat.
Langkah relokasi ini dilakukan guna mengantisipasi potensi longsor susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem dan tanah yang masih labil.
“Untuk sementara warga yang diungsikan saya arahkan ke pihak kecamatan, agar segera direlokasi dulu ke Desa Pasirlangu,” kata Asep.

Pemkab Fokus Penanganan Darurat
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, serta relawan untuk melakukan penanganan darurat, termasuk pemantauan kondisi tanah dan cuaca di sekitar lokasi longsor.
Asep menambahkan, hingga saat ini kondisi pengungsian masih memungkinkan untuk menampung warga terdampak, sementara kebutuhan dasar pengungsi mulai dipenuhi secara bertahap.
Longsor Dini Hari Disertai Banjir Bandang
Kapolsek Cisarua, A. Y. Yogaswara, mengatakan peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, diawali suara gemuruh keras yang terdengar warga.
“Material longsor bergerak dari Kampung Pasirkuning menuju Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, dan disertai banjir bandang,” jelasnya.
Ia mengimbau warga di sekitar lokasi untuk tetap waspada dan menjauhi area longsoran, mengingat masih adanya potensi bencana susulan.
“Kami terus berupaya maksimal melakukan pencarian korban dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas di lapangan,” tegas Yogaswara.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
