Bogor, Lingkar.news – Kebakaran melanda Pondok Pesantren Al Falakiyah Pagentongan, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (5/9/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan 56 anak terdampak akibat upaya pemadaman api yang dilakukan secara mandiri.
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, saat menjenguk para korban di RS PMI Bogor menyatakan bahwa dari 56 anak yang terdampak, 31 orang di antaranya menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit PMI Bogor, sementara sisanya mendapatkan penanganan di berbagai fasilitas kesehatan lain di Kota Bogor, seperti RS Hermina, RS UMMI, RSUD Kota Bogor, dan sejumlah puskesmas.
“Total ada 56 anak yang terdampak kebakaran. Mereka pada saat terjadi kebakaran berusaha memadamkan api,” ujar Dedie.
Menurut Dedie, sebagian besar korban mengalami sesak napas karena terlalu banyak menghirup asap pekat yang bersumber dari material kasur busa berbahan spons yang terbakar di lokasi kejadian.
“Karena yang terbakar itu kasur busa dan berbahan spons, jadi memang sebagian besar mereka terkena sesak napas,” ungkapnya.
Selain masalah pernapasan, Dedie menambahkan bahwa lima dari 31 anak yang dirawat di RS PMI Bogor juga menderita luka bakar pada bagian jari tangan.
Dedie menegaskan bahwa saat ini fokus utama penanganan adalah pemulihan kondisi kesehatan para santri, khususnya bagi mereka yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap yang cukup lama.
“Secara keseluruhan anak-anak ini sedang dicoba dipulihkan, terutama sesak napasnya, karena terlalu lama menghirup asap,” kata Dedie.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis
