LINGKAR JABAR

Kebakaran Pasar Andir Hanguskan 382 Kios, Garut Minta Dana ke Pusat untuk Revitalisasi

Garut, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, bergerak cepat menggelar rapat koordinasi guna merumuskan rencana revitalisasi Pasar Andir di Kecamatan Bayongbong. Langkah ini diambil menyusul musibah kebakaran yang terjadi pada Rabu (07/10/2026), dengan tujuan agar para pedagang dapat segera kembali berdagang secara aman dan nyaman, sekaligus memulihkan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ya, idealnya begitu, jadi segera direvitalisasi dan kita juga sudah melaporkan ke Pemprov Jabar, ke Dinas Perindag Jabar, kemudian kita juga segera melaporkan ke Kementerian Perdagangan,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, Ridwan Efendi di Garut, Kamis (08/10/2026).

Berdasarkan data di lapangan, peristiwa kebakaran Pasar Andir tersebut menghanguskan 382 dari total 731 kios yang ada. Api tidak hanya meluluhlantakkan bangunan kios, tetapi juga menghabiskan seluruh barang dagangan milik para pedagang.

Sebagai bentuk tanggap darurat, pemerintah daerah langsung menerjunkan tim untuk mendata tingkat kerusakan bangunan serta menghitung total kerugian materiil yang dialami para korban kebakaran.

“Untuk melakukan penanggulangan jelas kita sekarang sudah memitigasi, kita sudah mulai menyiapkan langkah-langkah penanggulangan darurat,” ujar Ridwan Efendi.

Selain pendataan, pemkab juga telah menampung aspirasi dari perwakilan pedagang. Dari hasil koordinasi tersebut, diketahui bahwa para pedagang menginginkan agar aktivitas jual beli tetap bisa dilanjutkan di lokasi pasar yang sama setelah dilakukan perbaikan.

Musibah kebakaran yang melanda Pasar Andir ini tercatat sebagai kejadian kedua dalam kurun waktu satu tahun terakhir di lokasi yang berbeda. Kondisi tersebut kini menjadi catatan khusus bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari penataan tata letak pedagang hingga peremajaan jaringan instalasi listrik.

“Infrastruktur sebetulnya di sana rangkanya masih baik karena terbuat dari beton dan atap baja, hanya saja memang dilihat ada ketidakteraturan para pedagang dengan jaringan listrik,” jelas Ridwan Efendi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program revitalisasi ini merupakan proyek jangka panjang. Pemerintah harus terlebih dahulu menyusun kajian mendalam mengenai kondisi teknis dan luas area pasar sebelum mengajukan usulan anggaran pembangunan.

Terkait pembiayaan, jika nantinyaestimasi anggaran yang dibutuhkan bernilai besar, pihak Pemkab Garut akan mengandalkan sokongan dana dari pemerintah pusat melalui koordinasi yang telah dijalin dengan Kementerian Perdagangan.

“Ya, tergantung besaran, kalau besarannya memang cukup besar, tentu ini bisa di pusat, kita sifatnya menerima manfaat,” pungkas Ridwan Efendi.

Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis

Exit mobile version