LINGKAR JABAR

Jabar Tekankan Kerja Sama Antarprovinsi untuk Stabilitas Pangan dan Ketahanan Energi

SEMARANG, Lingkar.news Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) menekankan pentingnya kerja sama antarprovinsi untuk menjaga stabilitas pangan dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar, Sumasna, di sela Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/5/2026).

Sumasna hadir mewakili Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Rapat kerja diikuti oleh 10 provinsi anggota FKD MPU, dengan fokus pembahasan pada penguatan konektivitas antarwilayah menuju swasembada pangan dan ketahanan energi nasional.

“Jawa Barat saat ini surplus beras, tetapi kebutuhan pangan masyarakat tidak hanya bergantung pada komoditas tersebut. Karena itu, kerja sama antarwilayah penting untuk menjaga stabilitas pasokan pangan lain seperti telur, cabai, hingga kentang,” ujar Sumasna.

Ia menjelaskan, Jawa Barat masih menghadapi tantangan dalam pengembangan energi baru terbarukan sehingga perlu memperkuat kolaborasi dan berbagi pengalaman dengan provinsi lain melalui forum kerja sama tersebut.

“Melalui kerja sama seperti ini kita bisa mengoptimalkan pekerjaan rumah kita, khususnya di bidang pangan dan energi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sumasna juga memaparkan capaian Jawa Barat dalam meningkatkan produksi padi sepanjang 2025. Produksi gabah kering meningkat signifikan hingga sekitar 1,6 juta ton dibanding tahun sebelumnya.

Menurutnya, peningkatan produksi tersebut didorong oleh penerapan teknologi pertanian, penggunaan varietas unggul, dan pengelolaan sistem irigasi yang lebih baik.

“Produksi padi kita melonjak luar biasa dibanding 2024. Itu karena pemanfaatan teknologi, penentuan varietas, dan pengelolaan irigasi yang baik,” jelasnya.

Terkait kerja sama dengan Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat selama ini menjalin sinergi dalam pemenuhan pasokan sejumlah komoditas pangan, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Idulfitri dan Iduladha.

Jawa Tengah disebut menjadi salah satu pemasok utama telur dan cabai bagi Jawa Barat saat permintaan masyarakat meningkat.

“Untuk cabai, produksi kita terbatas terutama di wilayah Priangan. Karena itu kami berharap pasokan tetap dari Jawa Tengah,” kata Sumasna.

Selain itu, dalam komoditas kentang, Jawa Barat berperan sebagai penyedia benih, sementara hasil budi daya lanjutan sebagian dipasok kembali dari Jawa Tengah ke Jawa Barat.

Di akhir kegiatan, Sumasna mengapresiasi penyelenggaraan FKD MPU 2026 oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan berharap hasil forum tersebut dapat segera ditindaklanjuti bersama seluruh daerah anggota.

“Kami apresiasi Pak Gubernur Jawa Tengah yang sudah menyelenggarakan acara ini dengan cukup apik. Mudah-mudahan apa yang direpresentasikan bisa kita tindak lanjuti bersama,” pungkasnya.

Jurnalis: Rizky Syahrul
Editor: Basuki

Exit mobile version