Bandung, Lingkar.news – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menetapkan target ambisius untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dari posisi saat ini di angka 62,96 menjadi 90 pada tahun 2029.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman, menyatakan bahwa pencapaian target tersebut memerlukan penguatan di berbagai sektor strategis, mulai dari akses pendidikan, kesehatan, hingga partisipasi ekonomi dan politik bagi generasi muda guna mewujudkan Jabar Istimewa.
“Peningkatan kualitas pemuda harus menjadi perhatian serius, terutama dalam aspek pendidikan dan kesejahteraan,” ucap Herman di Bandung, pada Jumat (21/8/2026).
Herman menegaskan bahwa kolaborasi multi-pihak, khususnya dengan organisasi seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Barat, menjadi kunci untuk merumuskan langkah strategis dalam akselerasi pembangunan kepemudaan.
Herman berharap forum organisasi dapat menjadi ruang untuk merumuskan langkah strategis sekaligus memperkuat peran pemuda dalam mempercepat terwujudnya Jabar Istimewa.
Ia turut mengingatkan agar semangat dan aktivitas kepemudaan tidak hanya terlihat dari sisi organisasi semata, tetapi juga tercermin dari peningkatan nyata kualitas kehidupan para pemuda di lapangan.
Sebagai kesimpulan, kesuksesan pembangunan pemuda di Jawa Barat sangat bergantung pada sinergi antara kebijakan pemerintah dengan keterlibatan aktif masyarakat serta organisasi kepemudaan sebagai pilar utama pembangunan.
“Pemerintah tanpa masyarakat, pemerintah tanpa pemuda tidak ada apa-apanya,” kata Herman.
Dalam arahannya kepada pengurus KNPI Jawa Barat, Herman mendorong organisasi tersebut untuk berani keluar dari zona nyaman dan membangun budaya organisasi yang kompetitif guna meningkatkan kualitas daya saing pemuda.
“Kepemimpinan KNPI berikutnya harus berani bertaruh,” tuturnya.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis
