LINGKAR JABAR

IPTI Rancang Strategi Pengembangan Desa Wisata Saung Eling Bogor

Bogor, Lingkar.news – Institut Pariwisata Tedja Indonesia (IPTI) melakukan pemetaan potensi serta kebutuhan pengembangan Desa Wisata Saung Eling, yang berlokasi di Kampung Lembur Sawah, Mulyaharja, Bogor. Langkah ini diambil sebagai landasan strategis dalam memberikan pendampingan yang relevan dengan kondisi serta aspirasi masyarakat setempat.

Akademisi dari IPTI, Pratiwi, S.ST., M.Par, menegaskan bahwa kunci keberhasilan pengembangan desa wisata terletak pada keterlibatan aktif warga lokal sebagai pemilik wilayah.

“Pengembangan Saung Eling perlu tetap berangkat dari pengalaman, kebutuhan, kesiapan, dan keputusan masyarakat sebagai pihak yang paling memahami wilayahnya,” kata Pratiwi dalam keterangan resmi, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan pemetaan ini melibatkan pengelola dan masyarakat Desa Wisata Saung Eling bersama tim lintas program studi IPTI. Fokus evaluasi mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari sektor pariwisata, hospitality, komunikasi, UMKM, digitalisasi, pengelolaan keuangan, hingga standar keselamatan wisatawan.

Dalam aspek pariwisata, tim mengidentifikasi peluang pengembangan berbasis wisata spiritual yang mengedepankan jejak sejarah, lanskap pedesaan, budaya Sunda, gastronomi lokal, serta kehidupan masyarakat. Potensi budaya seperti tradisi Sedekah Bumi juga disorot untuk diperkuat melalui manajemen acara dan kemitraan strategis.

Pada aspek hospitality, IPTI menyoroti pengembangan kuliner lokal seperti sop lompong serta peningkatan kesiapan homestay melalui pemberian buku saku yang memuat standar operasional pelayanan.

Sementara dalam hal digitalisasi, IPTI mencatat bahwa penggunaan media sosial dan sistem pembayaran QRIS telah dimulai. Integrasi data dan kanal pemasaran menjadi langkah berikutnya yang dinilai krusial untuk mendukung pengelolaan pelanggan serta pencatatan keuangan yang lebih terstruktur.

Kesimpulan dari hasil pemetaan ini adalah penetapan skala prioritas yang disepakati bersama masyarakat, yaitu pengembangan UMKM, penguatan kapasitas homestay, serta pengemasan paket wisata yang mengintegrasikan homestay dengan berbagai kegiatan atau acara (event) untuk meningkatkan tingkat okupansi.

Pratiwi menambahkan bahwa pendekatan kolaboratif sangat diperlukan agar program pendampingan benar-benar memberikan dampak ekonomi dan sosial yang konkret bagi warga desa.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi dasar untuk melanjutkan percakapan, menyelaraskan gagasan, dan merancang bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat nyata,” ujarnya.

Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis

Exit mobile version