BANDUNG, Lingkar.news – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak masyarakat memanfaatkan potensi limbah di lingkungan seperti sampah dan kotoran sapi menjadi biogas sebagai bahan bakar alternatif pengganti gas elpiji.
Menurut Dedi, pengolahan limbah menjadi energi menjadi langkah realistis di tengah kenaikan harga elpiji nonsubsidi yang kini mencapai Rp228.000 per tabung ukuran 12 kilogram.
“Bisa mengelola kotoran sapi berubah jadi energi gas, bisa, sampah, bisa, listrik bisa,” kata Dedi dalam keterangan pers di Bandung, Kamis (23/4/2026).
Penyesuaian harga elpiji nonsubsidi tersebut mendorong diversifikasi energi berbasis kearifan lokal di Jawa Barat, mulai dari pengolahan kotoran sapi menjadi biogas hingga pemanfaatan kayu bakar di pedesaan.
Langkah itu dinilai sebagai strategi bertahan hidup yang paling realistis bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga energi global.
Potensi biogas menjadi perhatian setelah para peternak di Kabupaten Bandung Barat berhasil mengolah kotoran hewan menjadi energi untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Api yang dihasilkan dari sistem biogas tersebut disebut memiliki tekanan besar dan mampu memenuhi kebutuhan dapur secara berkelanjutan tanpa terpengaruh harga pasar.
Dedi menilai kemampuan adaptasi masyarakat terhadap kenaikan harga harus dibarengi keberanian untuk kembali memanfaatkan cara-cara tradisional yang telah dimodernisasi.
“Saya meyakini warga Indonesia ini warga yang inovatif dan cerdas. Jadi memang kita harus menyesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan kita,” ujarnya.
Selain biogas, Dedi menyebut masyarakat perkampungan juga dapat kembali mengoptimalkan penggunaan kayu bakar yang masih melimpah di pedesaan.
Sementara bagi masyarakat perkotaan, penggunaan kompor listrik dapat menjadi alternatif pengganti gas nonsubsidi.
Kenaikan harga yang berlaku sejak 18 April 2026 berdampak pada dua jenis elpiji nonsubsidi di Jawa Barat, yakni elpiji 12 kilogram yang naik menjadi Rp228.000 per tabung dan elpiji 5,5 kilogram menjadi Rp107.000 per tabung.
Hingga saat ini, pemerintah memastikan harga elpiji subsidi ukuran 3 kilogram tidak mengalami kenaikan. Namun, Dedi tetap mendorong warga untuk mulai membangun kemandirian energi secara swadaya guna mengantisipasi gejolak ekonomi di masa depan.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
