LINGKAR JABAR

Gubernur KDM Jemput 12 Warga Jabar yang Jadi Korban TPPO di Maumere

MAUMERE, Lingkar.news Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi atau yang dikenal sebagai Kang Dedi Mulyadi (KDM) menjemput 12 orang warga asal daerah itu di Maumere Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga menjadi korban tindakan pidana perdagangan orang (TPPO).

“Kedatangan saya ke sini (Maumere) dalam rangka memastikan para korban ini dalam keadaan sehat, selamat dan dalam keadaan baik, sehingga mereka bisa kembali ke Jawa Barat,” katanya saat diwawancarai di Maumere, Kabupaten Sikka, Senin (23/2/2026).

Proses Hukum Dugaan TPPO Tetap Berjalan

Meski 12 warga tersebut dipulangkan ke Jawa Barat, KDM menegaskan proses hukum kasus dugaan TPPO tetap berlanjut.

Menurutnya, para korban yang sebelumnya bekerja sebagai pemandu lagu (LC) di tempat karaoke di Maumere telah menyatakan kesiapannya mengikuti seluruh tahapan proses hukum.

“Mulai dari penyelidikan, penyidikan, penetapan tersangka, lalu jika diminta jadi saksi dan berkas-berkas di kejaksaan dan di pengadilan, para korban itu menyatakan kesiapannya,” tegas KDM.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lanjutnya, siap memberikan pendampingan hukum hingga perkara tersebut tuntas.

Baca juga: Polda Jabar Jadwalkan Pemulangan 13 Wanita Diduga Korban TPPO di NTT

Dugaan Pelanggaran Upah dan Kekerasan

Berdasarkan laporan yang diterima, para korban diduga tidak mendapatkan kejelasan terkait besaran upah selama bekerja. Selain itu, terdapat dugaan perlakuan kekerasan di tempat kerja.

“Pertama dari sisi ketenagakerjaan, mereka tidak memiliki kepastian berapa besaran upah yang diterima dan kedua adanya perlakuan kekerasan,” ungkapnya.

Para korban dipulangkan lebih dahulu ke Jawa Barat untuk pemulihan. Namun, mereka siap kembali ke Maumere apabila dibutuhkan dalam proses penanganan perkara.

KDM berharap kasus dugaan TPPO yang melibatkan warganya dapat diproses secara profesional dan transparan oleh aparat penegak hukum.

“Untuk penegak hukum, tegakkan hukum di manapun. Saya yakin bahwa teman-teman kepolisian dan kejaksaan bisa menangani secara baik,” tuturnya.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki

Exit mobile version