Bandung, Lingkar.news – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berkomitmen memberikan bantuan finansial berupa uang tunggu bagi para korban selamat dalam musibah kecelakaan Kapal Virgo Transport 8. Langkah taktis ini diumumkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pada Selasa (15/9/2026), sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah daerah terhadap warganya yang tertimpa musibah.
Setiap korban yang berhasil diselamatkan dari peristiwa nahas tersebut dipastikan akan menerima santunan uang tunggu sebesar Rp7 juta per orang untuk menunjang kebutuhan kepulangan dan keluarga mereka.
“Rinciannya Rp2 juta untuk tiket pesawat pulang, Rp1 juta untuk bekal selama di sana, Rp4 juta untuk keluarga di rumah karena mereka kehilangan uang di kapal hasil kerja selama satu bulan,” kata Dedi di Bandung, Selasa.
Hingga saat ini, tercatat ada 12 korban selamat asal Jawa Barat yang kini sedang berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sebagian besar dari para penyintas tersebut merupakan warga Kabupaten Garut, sementara satu orang lainnya teridentifikasi sebagai warga Kabupaten Cianjur.
“Kami sampaikan informasi bahwa korban yang berasal dari Kabupaten Garut jumlahnya 22 orang, 11 belum ditemukan sampai saat ini, yang 11 dalam keadaan selamat dan berada di Kota Banjarmasin, dan 1 orang warga Kabupaten Cianjur,” ujarnya.
Selain memberikan bantuan uang tunggu bagi korban selamat, Pemprov Jabar juga telah menyiapkan skema santunan kematian sebesar Rp25 juta per jiwa yang akan diserahkan kepada ahli waris jika proses evakuasi berakhir dan ada korban yang dinyatakan meninggal dunia.
“Untuk keluarga yang nanti pada akhirnya dinyatakan meninggal, setelah seluruh evakuasi dinyatakan berakhir, kami menyiapkan masing-masing 25 juta per korban untuk ahli warisnya,” ucapnya.
Secara keseluruhan, bantuan finansial ini disiapkan guna meringankan beban ekonomi para korban dan keluarga yang terdampak langsung oleh tragedi ini. Pemprov Jabar juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tim penyelemat yang terlibat dalam evakuasi sekaligus berharap kejadian ini menjadi pembelajaran krusial agar musibah serupa tidak terulang kembali di masa depan.
“Untuk itu, saya ucapkan terima kasih, semoga peristiwa ini menjadi peristiwa yang terakhir, tidak boleh lagi ada terjadi kecelakaan kapal di Indonesia,” tutur Dedi.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis
