KOTA BANDUNG, Lingkar.news – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memperkuat sistem kesehatan daerah melalui Program Kemitraan Indonesia–Australia untuk Transformasi Kesehatan (KITA SEHAT), dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan dan koordinasi lintas sektor.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan, kemitraan tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menambah kegiatan baru dalam pembangunan kesehatan.
Hal itu disampaikan Erwan saat menghadiri Pertemuan Komite Pengarah Provinsi Program KITA SEHAT di Ruang Rapat Papandayan, Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (28/10/2026).
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Australia, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), kementerian terkait, Tim KITA SEHAT, serta para mitra pembangunan yang telah berkomitmen mendukung transformasi kesehatan, khususnya di Jawa Barat,” tutur Erwan.
Menurut Erwan, KITA SEHAT menjadi peluang strategis untuk memperkuat sistem kesehatan melalui kolaborasi terarah, peningkatan kapasitas pemerintah, serta pengembangan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan jumlah penduduk besar dan karakteristik wilayah yang beragam, Jawa Barat membutuhkan pembangunan kesehatan yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.
Erwan menilai penguatan layanan kesehatan primer, kesehatan ibu dan anak, perbaikan gizi, serta pengendalian risiko penyakit membutuhkan keterpaduan kebijakan dan keterlibatan berbagai sektor.
Ia juga menyambut penerapan pendekatan One Health dalam Program KITA SEHAT. Pendekatan ini mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan untuk memperkuat ketahanan kesehatan.
Melalui pendekatan tersebut, Erwan berharap koordinasi antarsektor semakin kuat dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kesehatan meningkat. Akses pelayanan kesehatan juga diharapkan semakin baik, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
Erwan menegaskan, pelaksanaan KITA SEHAT harus selaras dengan prioritas pembangunan daerah dan melengkapi program kesehatan yang telah berjalan di Jawa Barat.
“Dukungan kemitraan harus memberikan nilai tambah yang nyata, bukan sekadar menambah kegiatan, tetapi memperkuat sistem dan meningkatkan kualitas hasil pembangunan,” tegasnya.
Untuk memastikan program berjalan efektif, Erwan mengajak Bappeda, Dinas Kesehatan, perangkat daerah terkait, pemerintah kabupaten/kota, serta mitra pembangunan memperkuat koordinasi dan memastikan keberlanjutan dukungan yang diberikan.
Ia berharap kemitraan tersebut tidak hanya menghasilkan kegiatan dalam jangka pendek, tetapi juga memperkuat kapasitas kelembagaan, tata kelola, dan kemampuan pemerintah daerah dalam menjaga kesinambungan pembangunan kesehatan.
“Keberhasilan Program KITA SEHAT pada akhirnya ditentukan oleh kemampuannya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, mari kita jadikan pertemuan ini sebagai momentum untuk menyatukan perspektif, memperkuat komitmen, dan menyepakati langkah yang konkret,” tutur Erwan.
Pemprov Jabar menyatakan terbuka untuk melanjutkan sinergi dengan Pemerintah Australia, pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, dan mitra pembangunan guna mewujudkan sistem kesehatan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
(Hms/Lingkar.news)
