LINGKAR JABAR

Gaet Wisman dari Negara Muslim, Pemprov Jabar Genjot Zona Kuliner Halal di 27 Daerah

Bandung, Lingkar.news – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempercepat penerapan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) di 27 kota/kabupaten untuk mendorong pengembangan pariwisata halal di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat Iendra Sofyan di Bandung, Rabu (4/11/2026), mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Barat. Kerja sama itu dilakukan melalui sosialisasi penerapan Zona KHAS secara daring untuk mempercepat pengembangan ekosistem pariwisata ramah Muslim.

Menurut Iendra, penerapan Zona KHAS menjadi langkah strategis untuk menangkap potensi besar peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dari negara-negara berbasis Muslim, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, hingga kawasan Timur Tengah.

“Apalagi, kita didukung struktur demografi Jawa Barat di mana populasi umat Muslim mencapai sekitar 97 persen,” kata Iendra.

Ia menegaskan, besarnya potensi pasar tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan standardisasi pariwisata ramah Muslim. Zona KHAS menjadi salah satu instrumen utama untuk mendukung kesiapan itu.

“Poinnya adalah kami ingin mendorong pelaku pariwisata untuk meningkatkan pelayanan kepada wisatawan, salah satunya wisatawan Muslim. Untuk itulah Zona KHAS perlu disiapkan di setiap tempat. Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap kita semua punya pemahaman membangun kolaborasi dengan pelaku usaha demi meningkatkan pariwisata ramah Muslim ini,” katanya.

Iendra menjelaskan, Zona KHAS dirancang sebagai area yang melibatkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan dalam menyediakan makanan dan minuman halal, sehat, serta aman. Area tersebut juga ditujukan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman sesuai kaidah syariah.

“Selain ketat melarang keberadaan produk non-halal, setiap gerai di zona tersebut diwajibkan mengantongi sertifikasi halal resmi dan telah lulus proses inspeksi kesehatan lingkungan,” tuturnya menambahkan.

Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis

Exit mobile version