KOTA BANDUNG, Lingkar.news – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan sekitar 10 ribu siswa di Kota Bandung mengalami gangguan kesehatan mental sepanjang tahun 2025.
Data tersebut diperoleh dari hasil survei yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bandung terhadap pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Sebanyak 10.000 siswa mengalami masalah kesehatan mental,” ujar Farhan saat meninjau SMP Negeri 70 Kota Bandung, Jumat (6/2/2026).
Temuan Jadi Dasar Penguatan Guru BK
Farhan menyebutkan, temuan tersebut akan menjadi dasar bagi Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk menyusun program penguatan kapasitas guru bimbingan konseling (BK) di sekolah-sekolah.
“Dinas Pendidikan akan merespons temuan ini dengan membuat program penguatan,” katanya.
Meski demikian, Farhan mengakui pihaknya belum merinci klasifikasi gangguan kesehatan mental yang dialami siswa, baik kategori ringan maupun berat.
Wamendikdasmen Dorong Deteksi Dini di Sekolah
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa pemerintah pusat terus memperkuat peran guru BK untuk meningkatkan perhatian terhadap kondisi psikologis peserta didik.
“Selama ini di sekolah, guru sering terlambat mendeteksi persoalan anak. Dengan memperkuat peran konseling guru BK, kita ingin guru menjadi pihak pertama yang mampu mendeteksi persoalan siswa,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai persoalan yang dialami anak di lingkungan keluarga kerap terbawa ke sekolah tanpa terdeteksi, sehingga penguatan peran guru wali dan layanan konseling menjadi langkah krusial.
Revitalisasi UKS dan Peran Puskesmas
Selain penguatan guru BK, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga tengah melakukan revitalisasi fungsi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai penghubung antara sekolah dan puskesmas dalam menangani masalah kesehatan fisik maupun mental siswa.
“Ketika anak menunjukkan gejala tidak wajar, guru wali harus bisa mendeteksi dan membawa ke UKS untuk konsultasi. Jika belum tertangani, UKS merekomendasikan rujukan ke fasilitas kesehatan,” jelas Fajar.
Disdik Siapkan Tenaga Psikolog
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Asep Gufron menyatakan pihaknya berencana menghadirkan tenaga psikolog ke sekolah-sekolah untuk bekerja sama dengan guru BK serta memperkuat koordinasi dengan puskesmas setempat.
“Kami menyiapkan tenaga psikolog untuk memberikan bimbingan dan pendampingan kepada guru BK di sekolah,” katanya.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki