CIANJUR, Lingkar.news – Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) mendorong percepatan pembangunan fasilitas tambahan kolam labuh di Pelabuhan Perikanan Jayanti, Kabupaten Cianjur untuk menjamin keselamatan kerja dan kesejahteraan ribuan nelayan.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Jabar Lina Ruslinawati mengatakan kondisi di lapangan saat ini terbilang sangat mendesak, karena selama ini nelayan tidak memiliki kolam labuh yang layak sehingga setiap tahun banyak perahu yang rusak.
Berdasarkan data dari rukun nelayan setempat, ada sekitar 2.000 nelayan dengan 2.000 perahu yang aktif beroperasi. Namun kapasitas kolam labuh yang tersedia saat ini baru mampu menampung sekitar 300 perahu.
“Artinya, ada ribuan perahu yang terpaksa bersandar di laut lepas. Ketika ombak besar datang, perahu-perahu ini rentan terisi air, karam, bahkan hanyut terbawa arus,” katanya saat mengunjungi Pantai Jayanti di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Kamis (21/5/2026).
Menurut Lina, bagi nelayan kehilangan perahu berarti kehilangan mata pencaharian utama untuk menghidupi keluarga mereka. Pembangunan kolam labuh ini adalah kebutuhan yang sudah sangat mendesak sejak lama.
Meski Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar telah menyiapkan anggaran untuk memperluas kolam labuh, rencana ini masih terkendala berbagai dinamika di lapangan. Sebagian kecil masyarakat pedagang yang memanfaatkan area sekitar pelabuhan masih enggan melepaskan lahan tersebut.
Lina juga menyayangkan adanya indikasi pihak-pihak tertentu atau oknum LSM yang mencoba memanfaatkan situasi untuk memengaruhi pedagang, sehingga menghambat proses pembangunan.
“Kami sangat memahami bahwa para pedagang juga sedang mencari nafkah di sana. Namun, kita juga tidak boleh lupa bahwa lahan tersebut adalah aset pemerintah yang akan digunakan untuk kemaslahatan masyarakat yang jauh lebih luas, khususnya keselamatan ribuan nelayan,” katanya.
Komisi II DPRD berharap ada langkah cepat yang persuasif agar tidak memicu kekecewaan yang mendalam dari komunitas nelayan yang jumlahnya mencapai ribuan orang, termasuk meminta Gubernur Jabar untuk meninjau langsung ke Pelabuhan Jayanti.
“Untuk mengurai sumbatan komunikasi kami berharap Gubernur Jabar berkenan untuk meninjau langsung dan memberikan solusi terbaik bagi semua pihak, pendekatan terbaik adalah dialog dari hati ke hati,” katanya.
Lina menambahkan, kehadiran pemimpin biasanya akan memberikan ketenangan, meluluhkan ego, dan membawa solusi yang adil, sehingga pembangunan di Pelabuhan Jayanti dapat segera terwujud dan ribuan nelayan memiliki kolam labuh dengan daya tampung maksimal.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
