Bandung, Lingkar.news – Menteri Kebudayaan Fadli Zon resmi membuka Museum ITB yang berlokasi di Lantai 4 Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung. Kehadiran museum ini menandai standar baru dalam dunia permuseuman nasional karena mengadopsi teknologi digital canggih setara dengan museum kelas dunia.
Fadli Zon menyatakan bahwa Museum ITB dapat menjadi tolok ukur bagi museum lain di Indonesia, baik di lingkungan perguruan tinggi maupun museum umum lainnya, berkat penggunaan teknologi yang mendalam.
“Intervensi digitalnya sudah sangat banyak, immersive, dan lain-lain. Mudah-mudahan ini bisa dijadikan contoh untuk sebuah museum yang lain, baik perguruan tinggi maupun museum-museum pada umumnya,” ujar Fadli Zon pada Jumat (3/7/2026), usai peresmian yang menjadi bagian dari perayaan 106 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia (PTTI).
Fadli Zon menambahkan bahwa konsep yang diusung oleh ITB, sejalan dengan fokus presiden dalam memperkuat sektor STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Ia berharap museum ini dapat memicu inspirasi, refleksi, dan edukasi yang mendalam bagi para pelajar mulai dari tingkat SD hingga SMA berkat tata pameran dan narasi yang sangat kuat.
Museum ITB yang dikembangkan sejak 2018 ini menawarkan pengalaman interaktif melalui empat zona utama dan fasilitas 360° Teater Dome. Sebagai kesimpulan dari pengembangan fasilitas ini, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menekankan bahwa museum tersebut dirancang bukan hanya sebagai ruang pamer fisik, melainkan sebagai wadah edukasi dan transfer pengetahuan lintas generasi.
“Kita mendesain museum ini untuk semua kalangan. Anak-anak bisa berinteraksi, orang tua juga bisa belajar, mungkin ada senior-senior yang ingin bernostalgia. Jadi, ini sebetulnya adalah ruang pertemuan lintas generasi yang juga merupakan ruang belajar,” ujar Tatacipta.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis
