Bandung, Lingkar.news – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 2 Bandung memberikan apresiasi atas perhatian penuh yang diberikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terhadap kasus pengeroyokan petugas penjaga perlintasan sebidang 227 Leuwigoong, Kabupaten Garut. Insiden kekerasan tersebut terjadi saat petugas tengah mengamankan jalur untuk perjalanan KA Serayu.
Atensi langsung dari Gubernur Jawa Barat tersebut direspons oleh pihak PT KAI sebagai bentuk dukungan moral serta suntikan semangat bagi seluruh petugas yang bertugas di garda terdepan operasional kereta api.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Jawa Barat beserta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan perhatian dan atensi penuh terhadap peristiwa pengeroyokan yang dialami petugas perlintasan di Leuwigoong,” ujar Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo pada Rabu (15/7/2026).
Kuswardojo menambahkan bahwa keterlibatan aktif Pemprov Jabar menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi pekerja transportasi publik yang tengah menjalankan tugas negara demi keselamatan masyarakat di perlintasan sebidang KM 210+8 petak jalan Karangsari-Cibatu.
Selain merespons dukungan pemerintah, PT KAI Daop 2 Bandung menegaskan dukungannya terhadap aparat kepolisian dalam menindak tegas pelaku kekerasan. Pihak KAI berharap proses hukum yang berjalan dapat memberikan rasa keadilan sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat agar lebih menghargai petugas serta mematuhi aturan lalu lintas di perlintasan kereta api.
“Kami mendukung sepenuhnya kinerja Polsek Leuwigoong dan Polres Garut dalam melakukan penangkapan serta proses hukum terhadap para pelaku. Kami berharap penegakan hukum dapat berjalan dengan baik sehingga memberikan rasa keadilan bagi petugas serta menjadi efek jera agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” ujar Kuswardojo.
“Hormati petugas yang sedang menjalankan tugas, patuhi seluruh aturan di perlintasan sebidang, dan selalu dahulukan perjalanan kereta api. Keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI ataupun petugas, melainkan merupakan tanggung jawab kita bersama. Masyarakat dan pemerintah setempat turut ikut andil,” pungkasnya.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis