Cianjur, Lingkar.news – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyiagakan puluhan petugas serta 360 relawan untuk mengantisipasi potensi bencana akibat hujan lebat yang diprediksi terjadi selama tiga hari ke depan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur, Samudra Wira Purnama, pada Jumat (31/7/2026) menjelaskan bahwa langkah kesiapsiagaan ini diambil berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang melanda sebagian besar wilayah Cianjur.
Sebagai kesimpulan, BPBD menekankan pentingnya kewaspadaan dini bagi warga di zona rawan bencana, terutama dalam mengenali tanda-tanda alam guna menghindari risiko kerugian maupun korban jiwa.
“Kami meminta masyarakat mulai dari utara hingga selatan Cianjur meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, karena diprediksi hujan turun dengan intensitas rendah hingga tinggi dapat memicu terjadinya bencana alam,” kata Samudra Wira Purnama.
Samudra menambahkan, transisi dari cuaca panas ekstrem ke musim hujan berisiko menimbulkan keretakan tanah yang rentan memicu longsor saat terisi air.
“Saat cuaca panas dapat menimbulkan beberapa retakan di permukaan tanah, saat hujan turun airnya dapat meresap melalui rongga retakan tanah sehingga dapat memicu terjadinya longsor dan pergeseran tanah,” jelas Samudra.
Untuk memastikan keamanan warga di wilayah rawan longsor, banjir, dan pergerakan tanah, pihak BPBD telah menyebar ratusan personel di setiap desa guna melakukan pemantauan intensif.
“Kami siagakan puluhan petugas dan 360 relawan di setiap desa guna memantau, melaporkan, dan melakukan upaya penanganan cepat ketika terjadi bencana,” ujar Samudra Wira Purnama.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis
