Bekasi, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tengah melakukan normalisasi sungai sepanjang 16 kilometer pada aliran Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL). Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir tahun sebagai langkah strategis meminimalisir risiko banjir akibat pendangkalan.
Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyatakan bahwa normalisasi Kali CBL menjadi langkah krusial untuk memperlancar aliran air, terutama dalam menghadapi musim hujan. Langkah ini diharapkan mampu menekan risiko banjir di wilayah utara, seperti Kecamatan Sukawangi, Tambun Utara, hingga Cibitung.
“Pekerjaan normalisasi terus kita kebut. Kemarin saya sudah meninjau Bendung Kedung Gede (BKG) di Kecamatan Pebayuran, sekarang Kali CBL di Tambun Utara. Semoga hasilnya optimal dan mampu meminimalisir dampak banjir,” kata Asep di Cikarang, Selasa (13/10/2026).
Asep menjelaskan bahwa pengerjaan dilakukan secara maraton, diawali dengan penertiban bangunan liar di sepanjang bantaran sungai untuk mengembalikan fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagaimana mestinya.
Normalisasi ini mencakup dua segmen utama, yakni tujuh kilometer dari Tambun Utara hingga Kali Bekasi menuju muara, serta sembilan kilometer lebih yang membentang dari Cikarang Barat hingga Tambun Utara.
“Pemerintah Kabupaten Bekasi terus bekerja. Kami ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya dalam mengantisipasi banjir saat musim penghujan,” ujarnya.
Terkait pengawasan, Asep menegaskan pihaknya terus memantau realisasi fisik dan penyerapan anggaran pada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK) Kabupaten Bekasi. Ia menargetkan penyerapan anggaran dapat mencapai 97 persen dengan capaian fisik yang optimal.
“Dalam dua bulan ke depan, pekerjaan infrastruktur akan terus kita kebut. Saya akan kembali turun ke lapangan untuk melihat sejauh mana progres pekerjaan. Target kami minimal 97 persen anggaran pembangunan infrastruktur fisik terserap,” tegasnya.
Sekretaris Dinas SDA-BMBK Kabupaten Bekasi, Denny Rusnandi, merinci bahwa normalisasi dibagi menjadi dua paket pekerjaan. Segmen pertama membentang dari Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat hingga Jembatan Pulo Puter di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara. Pekerjaan yang dimulai 1 September ini ditargetkan selesai pada 29 Desember, dengan progres mencapai 950 meter menggunakan 11 alat berat.
“Segmen kedua mulai dari Jembatan Pulo Puter di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara menuju Desa Sukamekar di Kecamatan Sukawangi. Pekerjaan ini dimulai sejak 31 Agustus hingga 28 Oktober 2026 dengan progres terkini sudah menjangkau 2,45 kilometer didukung 10 unit ekskavator,” jelas Denny.
Denny menambahkan, Kali CBL mengalami tingkat sedimentasi tinggi yang menyebabkan pendangkalan dan penyempitan badan sungai. Kondisi ini menghambat aliran air dari sejumlah saluran yang bermuara ke sungai tersebut, sehingga normalisasi sangat diperlukan karena sungai ini belum pernah dikeruk sejak awal dibangun.
“Melalui normalisasi Kali CBL diharapkan kapasitas sungai makin optimal, aliran air lebih lancar dan potensi banjir yang selama ini mengancam permukiman warga dapat ditekan, khususnya saat intensitas hujan meningkat,” tutur Denny.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis
