Bandung, Lingkar.news – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan tidak terjadi gejolak harga beras di Jawa Barat setelah melakukan pemantauan harga dan mutu beras di sejumlah pasar di Kota Bandung, Jumat (4/9/2026).
Kepala Biro Keuangan, Pengadaan, dan Umum Bapanas, Jhon Hendra, mengatakan pemantauan dilakukan bersama Polda Jabar dan Perum Bulog untuk memastikan harga beras di tingkat pedagang tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Dari dua titik yang kita lihat tadi, di Pasar Sederhana dan Pasar Kosambi, secara umum harga beras itu masih sesuai dengan HET. Di mana harga beras medium itu di kisaran Rp13.500 dan premium di Rp14.900,” kata Jhon.
Jhon menambahkan bahwa beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga tetap dijual sesuai ketentuan pemerintah, yaitu Rp12.500 per kilogram.
Sebagai kesimpulan dari pengawasan tersebut, Bapanas menegaskan bahwa seluruh transaksi perdagangan beras di lapangan masih dalam koridor harga yang ditetapkan pemerintah.
“Jadi, secara umum harga masih sesuai dengan HET yang ditetapkan oleh pemerintah,” ujarnya.
Selain harga, Satgas Pengendalian Harga dan Mutu Beras juga memastikan ketersediaan stok di Pasar Sederhana dan Pasar Kosambi relatif aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
“Stok beras kita masih aman untuk menyuplai kebutuhan masyarakat di Kota Bandung, khususnya di Pasar Kosambi dan Pasar Sederhana,” katanya lagi.
Sementara itu, Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jabar, Yuliani Alzam, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan penyerapan gabah petani sejak awal tahun guna menjaga ketahanan stok beras di tengah musim kemarau.
“Jadi, dalam kaitannya dengan musim kemarau saat ini, kami dari awal tahun sudah melakukan pengadaan penyerapan gabah dan per hari ini tembus di angka 640 ribu ton,” kata Yuliani.
Yuliani menambahkan bahwa penyerapan gabah akan kembali dimaksimalkan pada September hingga November mendatang seiring dengan potensi panen di sejumlah daerah di Jawa Barat.
“Ke depan, pada September sampai dengan November akan ada banyak lagi panen, sehingga kami bisa lebih maksimal lagi dalam penyerapan,” ujarnya pula.
Menutup keterangannya, Yuliani menjamin ketersediaan beras di wilayah Jawa Barat dalam kondisi aman hingga tahun 2027.
“Dengan 640 ribu ton stok yang ada di Jawa Barat cukup sampai tahun 2027,” katanya lagi.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis
