SUMEDANG, LINGKAR.NEWS – Desa Cisampih, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, resmi mempertahankan predikat Desa Mandiri berdasarkan hasil verifikasi Indeks Desa yang dilakukan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).
Capaian ini menjadi penutup manis masa kepemimpinan Kepala Desa Yanti Yulianti yang akan berakhir pada 5 Desember 2026 mendatang.
Keberhasilan mempertahankan status Desa Mandiri ini merupakan buah dari dedikasi Yanti Yulianti selama dua periode menjabat, yakni periode 2012–2018 dan 2018–2026.
Meski memiliki peluang untuk mencalonkan diri kembali, Yanti memutuskan untuk tidak maju pada pemilihan periode 2026–2034 guna memberikan kesempatan bagi regenerasi kepemimpinan di desa tersebut.
“Sudah cukup dua periode saya mengabdi dan berjuang bersama warga. Sekarang saatnya saya berikan kesempatan luas kepada orang lain yang juga punya semangat, ide baru, dan ingin berbakti memajukan Cisampih,” ujar Yanti saat dikonfirmasi, Kamis (27/8/2026).
Pilar utama keberhasilan Desa Cisampih terletak pada penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) secara signifikan. Salah satu program unggulan yang sukses berjalan pada tahun 2025 adalah sektor peternakan ayam petelur sebagai bagian dari program ketahanan pangan.
Yanti menegaskan bahwa dukungan pemerintah pusat melalui Dana Desa menjadi instrumen vital dalam akselerasi pembangunan di wilayahnya. “Dengan adanya dana desa dari pemerintah pusat sangat membantu sekali untuk pembangunan di desa Cisampih,” tambahnya.
Selama masa jabatannya, pembangunan infrastruktur dilakukan secara merata, mulai dari perbaikan jalan desa, jalan usaha tani, hingga pembangunan gedung serbaguna dan sarana kesehatan Posyandu.
Selain pembangunan fisik, Yanti juga fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui berbagai pelatihan keterampilan agar warga lebih berdaya saing.
Meski telah menorehkan banyak prestasi, Yanti mengakui masih terdapat satu cita-cita yang belum terealisasi, yakni pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Kendala utama yang dihadapi adalah belum tersedianya lahan strategis untuk lokasi koperasi tersebut.
Ia berharap, pemerintah daerah dapat memberikan dukungan solusi agar rencana tersebut dapat dilanjutkan oleh penerusnya demi kesejahteraan warga Cisampih di masa depan.
Penulis : Ujang Tahyudin / Jurnalis – Lokasi : (Sumedang, Jawa Barat)
