BANDUNG BARAT, Lingkar.news – Tim SAR gabungan menyatakan sebanyak 85 jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, berhasil dievakuasi hingga hari ke-11 pelaksanaan operasi pencarian dan penyelamatan.
Data Evakuasi dan Identifikasi Korban
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan dari total 85 kantong jenazah yang ditemukan, sebanyak 68 korban telah masuk dan selesai proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
“Hingga hari ini total korban yang berhasil dievakuasi berjumlah 85 kantong jenazah,” ujar Ade, Rabu (4/2/2026).
Berdasarkan data DVI, sebanyak 68 korban telah teridentifikasi, sementara 17 kantong jenazah lainnya masih menjalani proses identifikasi lanjutan.
Baca juga: 57 Jenazah Korban Longsor Cisarua Berhasil Diidentifikasi Tim DVI
Kondisi Cuaca Dukung Operasi SAR
Ade menjelaskan kondisi cuaca yang relatif cerah berawan turut mendukung kelancaran operasi pencarian di lapangan. Meski demikian, pelaksanaan operasi SAR tetap mengedepankan aspek keselamatan seluruh personel yang terlibat.
“Operasi SAR akan terus dilaksanakan secara terukur, hati-hati, dan profesional dengan mempertimbangkan situasi lapangan serta rekomendasi keselamatan dari unsur teknis,” katanya.
Perlindungan Kesehatan Personel SAR
Selain fokus pada pencarian korban, Tim SAR gabungan juga mendapatkan dukungan kesehatan berupa pemberian vaksin dan vitamin untuk mencegah paparan virus maupun bakteri yang berpotensi berasal dari material longsoran dan jenazah korban.
“Kami mendapat bantuan dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan terkait kondisi kesehatan tim SAR gabungan. Ada vitamin dan vaksin yang diberikan, dan ini sangat berarti bagi para personel,” ujar Ade.
Tenaga Medis Siaga di Lokasi Pencarian
Tak hanya vaksinasi, tenaga medis juga disiagakan di setiap sektor pencarian untuk mengantisipasi kondisi darurat yang dapat dialami personel selama operasi berlangsung.
“Karena di lapangan memiliki potensi risiko, Dinkes menerjunkan tim dokter atau tenaga kesehatan di setiap lokasi pencarian sehingga jika terjadi sesuatu bisa langsung ditangani,” tuturnya.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
