Bandung, Lingkar.news – Pemerintah Kota Bandung menargetkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun menjadi di bawah empat persen pada akhir 2029 dengan mengandalkan penyerapan tenaga kerja di sektor ritel modern.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Bandung, Jawa Barat, Senin (2/11/2026), menyampaikan bahwa TPT Kota Bandung saat ini berada di angka 7,2 persen atau setara dengan 90 ribu angkatan kerja. Sementara itu, tingkat kemiskinan berada di kisaran 3,78 persen atau sekitar 90 ribu jiwa.
“Tingkat pengangguran terbuka 7,2 persen itu sama dengan 90 ribuan. Tingkat kemiskinan 3,78 persen itu juga sekitar 90 ribuan. Jadi konsisten bahwa yang masuk dalam pengangguran terbuka itu sama jumlahnya dengan orang miskin. Target kita pengangguran harus di bawah empat persen atau tersisa maksimum 38 ribu pada 2029,” ujar Farhan selepas pembukaan Hari Ritel Nasional (HRN) 2026 yang berbarengan dengan Bulan Mutu Nasional.
Menurut Farhan, sektor ritel dan perdagangan menjadi motor penggerak utama ekonomi Kota Bandung. Sektor tersebut menyumbang penyerapan tenaga kerja formal yang cukup besar.
Melalui kemitraan dengan pelaku ritel, Pemkot Bandung berharap dapat memberikan kepastian ikatan kerja formal, jaminan pendapatan, perlindungan jaminan sosial, serta pembayaran pajak.
Selain mengandalkan sektor ritel, Pemkot Bandung juga menjalankan strategi sistemik untuk menjaga iklim usaha dan daya beli masyarakat.
“Yakni melalui program kurasi UMKM, revitalisasi aset pasar daerah, pengendalian inflasi, fasilitas kredit KUR perbankan, hingga penanganan masalah sosial seperti pinjaman ilegal dan judi online,” tuturnya.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis