Bandung Barat, Lingkar.news – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menjajaki peluang memperluas pasar kopi daerah tersebut ke Dubai, Uni Emirat Arab, setelah produk kopi Lembang sebelumnya berhasil menembus pasar Arab Saudi.
Sebelumnya, kopi Arabika Gunung Tangkuban Parahu asal Kecamatan Lembang berhasil menembus pasar Arab Saudi melalui ekspor perdana empat ton green bean hasil fermentasi nanas dengan nilai transaksi sekitar Rp800 juta. Penguatan kapasitas petani sebelumnya juga mendapat dukungan Kementerian Ketenagakerjaan melalui pelatihan gratis bagi sekitar 50 hingga 100 pelaku usaha kopi Bandung Barat, mulai dari pembibitan, pengelolaan lahan, panen hingga pengolahan.
Ketua Kadin Kabupaten Bandung Barat, Syamsul Maarif, mengatakan peluang tersebut menjadi salah satu potensi kerja sama yang dapat dikembangkan melalui pertemuan bisnis dengan delegasi Dubai.
“Saya perlu menyampaikan bahwa di Bandung Barat terdapat produk kopi yang memiliki kualitas baik. Kami telah mengekspor kopi ke Eropa, khususnya Jerman. Saya pikir Dubai juga memiliki pasar kopi,” kata Syamsul Maarif, Senin (21/9/2026).
Menurut dia, pengalaman menembus pasar internasional menunjukkan produk kopi Bandung Barat memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas, termasuk ke kawasan Timur Tengah yang memiliki pasar kopi.
Manajer Tonas Kopi sekaligus petani milenial Dikdik Ramdaniansyah mengatakan ekspor tersebut diawali pengiriman lima sampel dengan metode pengolahan berbeda kepada pembeli di Riyadh, sebelum akhirnya fermentasi nanas dipilih.
Permintaan awal pembeli Arab Saudi mencapai 25 ton, namun Tonas Kopi baru mampu memenuhi pengiriman tahap pertama sebanyak empat ton karena keterbatasan kapasitas produksi dan bahan baku.
Saat ini, Tonas Kopi telah menyerap sekitar 50 ton kopi dari petani Desa Cibodas dan menargetkan peningkatan kapasitas produksi dua hingga tiga kali lipat dengan kebutuhan bahan baku lebih dari 100 ton.
Ketua Kadin mengatakan penguatan produksi tersebut penting agar peluang pasar internasional dapat diikuti kemampuan pelaku usaha memenuhi kebutuhan pembeli.
“Setelah pertemuan ini, Bapak dan Ibu dapat melihat salah satu contoh kopi terbaik di Indonesia. Mungkin setelah ini kopi dari sini dapat dibawa ke Dubai,” ujar Syamsul Maarif.
Dengan pengalaman ekspor ke Arab Saudi dan Eropa serta penguatan kapasitas produksi, Kadin berharap pertemuan dengan delegasi Dubai dapat membuka akses pasar baru bagi kopi Bandung Barat.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis