Pemkab Bogor Perluas Sekolah Rakyat Jasinga, Daya Tampung Tembus 2.000 Siswa

KAB. BOGOR, Lingkar.news Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyiapkan tambahan lahan untuk memperluas Sekolah Rakyat di Jasinga. Perluasan tersebut ditargetkan meningkatkan kapasitas sekolah dari 1.080 menjadi lebih dari 2.000 siswa.

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) Robben Rico mengatakan lahan tambahan yang disiapkan berada di samping kawasan sekolah dan akan digunakan untuk mendukung pengembangan fasilitas pendidikan.

“Saya berterima kasih, Pak Bupati juga sudah mempersilakan penambahan kapasitas menjadi 2.000 lebih siswa yang nanti bisa ditampung di sini dengan memberikan lahan yang ada di samping untuk perluasan Sekolah Rakyat ini,” kata Robben saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto di Jasinga, Senin (13/7/2026).

Sekolah Rakyat Jasinga dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, dengan kapasitas awal 1.080 siswa dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

Kawasan pendidikan terpadu tersebut berdiri di atas lahan seluas 6,96 hektare di kawasan perbukitan dengan ketinggian sekitar 161 meter di atas permukaan laut.

Fasilitas yang dibangun meliputi ruang kelas, asrama siswa putra dan putri, asrama guru, gedung serbaguna, hingga sarana olahraga.

Robben menjelaskan peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai jadwal menjelang dimulainya tahun ajaran 2026/2027. Kemensos terus berkoordinasi dengan Kementerian PU dan Pemkab Bogor agar pembangunan dapat selesai sesuai target.

Menurutnya, sejumlah fasilitas yang telah fungsional ditargetkan mulai digunakan pada akhir Juli 2026, sedangkan keseluruhan pembangunan diproyeksikan rampung pada pertengahan Agustus 2026.

“Harapan kami tanggal 31 Agustus nanti siswa baru bisa masuk melaksanakan program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS),” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan Sekolah Rakyat Jasinga merupakan bagian dari program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Ia menjelaskan seluruh kebutuhan siswa dipenuhi secara gratis, mulai dari pendidikan, tempat tinggal di asrama, seragam, makan tiga kali sehari, hingga berbagai fasilitas penunjang lainnya.

“Masyarakat yang kurang mampu mendapat fasilitas dan sistem pendidikan yang sama dengan beberapa fasilitas pendidikan swasta di Indonesia yang berbayar mahal. Di sini semuanya gratis,” kata Rudy.

Menurut Rudy, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Investasi terbaik hari ini adalah investasi sumber daya manusia. Maka, 10 tahun ke depan, bangsa ini memiliki anak-anak muda yang memiliki kapasitas yang baik, yang layak, yang dipersiapkan dari hari ini,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat di wilayah barat Kabupaten Bogor dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Jasinga dan kecamatan di sekitarnya. Rudy juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan dan lingkungan di sekitar kawasan sekolah.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki