Indramayu, Lingkar.news – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 40 Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengoptimalkan penggunaan perangkat smart board di setiap ruang kelas sebagai upaya mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM) berbasis digital bagi siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Kepala SRT 40 Kabupaten Indramayu, Mardiani, pada Kamis (9/7/2026) menyatakan bahwa seluruh ruang kelas telah dilengkapi dengan perangkat smart board sebagai media pembelajaran utama. Selain itu, setiap siswa juga mendapatkan fasilitas berupa satu unit laptop untuk menunjang aktivitas belajar mereka.
“Kalau di Sekolah Rakyat, satu kelas satu smart board. Anak-anak juga mendapatkan fasilitas laptop, satu siswa satu laptop untuk belajar,” kata Mardiani.
Mardiani menjelaskan bahwa pemanfaatan perangkat digital tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Selain teknologi, pemerintah juga menanggung seluruh kebutuhan pendidikan peserta didik, mulai dari seragam, alat tulis, asrama, hingga perlengkapan penunjang lainnya secara gratis.
Terkait pola pembelajaran, Sekolah Rakyat mengintegrasikan kurikulum akademik standar sekolah reguler dengan pengembangan karakter melalui sistem pendidikan berasrama.
“Di Sekolah Rakyat ada dua kurikulum, yaitu kurikulum akademis yang sama dengan sekolah reguler dan kurikulum karakter yang diterapkan di asrama,” ujarnya.
Saat ini, SRT 40 Indramayu menampung 100 siswa yang terdiri dari 50 siswa jenjang sekolah dasar (SD) dan 50 siswa sekolah menengah pertama (SMP).
“Kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di Gedung Balai Latihan Kerja milik Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu sebagai lokasi sementara,” ungkapnya.
Sebagai upaya keberlanjutan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, pemerintah tengah mempercepat pembangunan fasilitas gedung permanen agar dapat menampung lebih banyak siswa pada tahun ajaran mendatang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Indramayu, Waskam, menuturkan bahwa pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di kawasan Cikawung, Kecamatan Terisi, telah mencapai progres di atas 80 persen dan ditargetkan siap digunakan pada tahun ajaran baru.
Waskam menambahkan, pada tahun ajaran baru mendatang, sekolah tersebut akan menerima 270 siswa baru dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, sehingga total peserta didik akan mencapai 370 orang.
“Seluruh biaya pendidikan di Sekolah Rakyat ini gratis. Sekolah ini diperuntukkan bagi masyarakat yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 atau keluarga miskin dan miskin ekstrem,” tegas Waskam.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis