DPRD Jabar Minta Investasi di Kawasan Rebana Fokus Kurangi Pengangguran

BANDUNG, Lingkar.news DPRD Jawa Barat (Jabar) mendorong pemerataan investasi di kawasan Rebana sebagai langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan pembangunan sekaligus menekan angka pengangguran.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat, M. Romli, mengatakan kawasan Rebana yang meliputi Kabupaten dan Kota Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Subang, serta Sumedang memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar kawasan Jabodetabek.

Menurutnya, realisasi investasi di kawasan Rebana sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp36,68 triliun. Sementara pada triwulan I 2026 hingga April, nilai investasi yang masuk tercatat sebesar Rp6,5 triliun atau sekitar 8,43 persen dari total investasi di Jawa Barat.

“Dilihat dari investasi yang masuk, Sumedang dan wilayah Rebana memang menjanjikan bagi para investor sekaligus menjadi upaya pemerataan untuk menghindari disparitas yang tinggi antardaerah, terutama dengan Jabodetabek,” kata Romli di Bandung, Minggu (28/6/2026).

Ia menegaskan DPRD Jabar akan terus mendorong masuknya investasi ke kawasan Rebana maupun wilayah selatan Jawa Barat. Salah satu fokus pengembangan adalah menjadikan Majalengka sebagai kawasan industri hijau yang didukung keberadaan Bandara Internasional Kertajati.

“Kami sedang mendorong wilayah lain, seperti Majalengka yang masuk kawasan Rebana, untuk menjadi kawasan industri hijau dan pemerataan pertumbuhan industri di wilayah lain di Jawa Barat,” ujarnya.

Romli menekankan bahwa keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga sejauh mana investasi tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan lapangan kerja.

“Kalau dari sisi capaian saya lihat sudah cukup optimal. Tinggal bagaimana investasi yang masuk berdampak terhadap pengurangan pengangguran. Itu harus dilindungi Pemprov Jabar,” katanya.

Menurut Romli, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar perlu memastikan investasi yang masuk benar-benar mampu menyerap tenaga kerja lokal sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata.

Selain itu, DPRD Jabar juga aktif menjalin komunikasi dengan calon investor di Jakarta untuk mempromosikan berbagai potensi daerah di Jawa Barat. Promosi tersebut mencakup kemudahan akses infrastruktur, ketersediaan kawasan industri, hingga sumber daya tenaga kerja yang kompetitif.

“Kami jelaskan banyak daerah di Jabar yang bagus untuk berinvestasi, aksesnya sudah baik dan mudah dijangkau, termasuk soal tenaga kerja, agar mereka mau berinvestasi di Jawa Barat,” kata Romli.

Melalui pemerataan investasi di kawasan Rebana dan wilayah lainnya, DPRD Jawa Barat berharap pertumbuhan ekonomi tidak lagi terpusat di kawasan Jabodetabek, melainkan mampu mendorong pembangunan yang lebih merata sekaligus mengurangi angka pengangguran di berbagai daerah.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki