Unggulkan Kopi dan Teh, Jabar Didapuk jadi Destinasi Wisata Gastronomi

Jakarta, Lingkar.news – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tengah gencar mempromosikan berbagai produk wisata tematik dari sejumlah daerah di Indonesia untuk menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Asisten Deputi Pengembangan Produk Pariwisata Kemenpar, Itok Parikesit, menyatakan di Jakarta pada Senin (22/6/2026), bahwa produk-produk tersebut dikemas dalam narasi perjalanan autentik yang juga mencakup ragam cenderamata khas daerah. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperpanjang durasi kunjungan serta meningkatkan belanja wisatawan di destinasi lokal.

“Produk yang dikemas menjadi sebuah narasi perjalanan yang autentik, hal tersebut berpotensi meningkatkan lama tinggal dan pengeluaran wisatawan, sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi daerah,” kata Itok Parikesit saat dihubungi di Jakarta.

Itok merinci sejumlah wilayah yang menjadi fokus promosi saat ini, salah satunya adalah Jawa Barat yang dikembangkan sebagai destinasi wisata gastronomi. Wilayah ini mengunggulkan kekayaan kuliner Sunda, komoditas kopi, teh, serta berbagai produk unggulan daerah lainnya sebagai daya tarik utama bagi para pelancong.

Pengembangan wisata kuliner di Jawa Barat diperkuat dengan peluncuran buku pola perjalanan gastronomi bertajuk “Wisata Rasa di Bumi Pasundan”. Buku yang disusun oleh Asisten Deputi Pengembangan Produk Pariwisata Kemenpar ini telah resmi diluncurkan pada Minggu, 19 Oktober 2025, di Kota Bandung.

Kehadiran buku tersebut diharapkan dapat menjadi panduan utama bagi para agen perjalanan (travel agent) dan operator tur dalam menyusun paket wisata yang berfokus pada pengalaman kuliner atau gastronomi.

Selain Jawa Barat, Kemenpar juga mengembangkan kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar) sebagai destinasi wisata kebugaran (wellness tourism). Konsep ini memadukan unsur kesehatan, budaya, spa tradisional, jamu, meditasi, hingga keindahan alam yang menenangkan.

Sebagai pedoman bagi para pelaku industri pariwisata, Kemenpar juga telah meluncurkan buku pola perjalanan “Wellness Journey Across the Java Wonders” pada 1 November 2025. Buku ini berfungsi sebagai acuan teknis bagi agen perjalanan dalam merancang paket wisata bertema kebugaran di wilayah tersebut.

Dalam strategi promosinya, Itok mengungkapkan bahwa pemanfaatan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), menjadi instrumen penting. Penggunaan AI dinilai mampu meningkatkan kualitas layanan karena wisatawan bisa mendapatkan informasi yang lebih cepat, akurat, dan personal sesuai dengan keinginan mereka.

Sejalan dengan tren teknologi tersebut, Kemenpar telah mengembangkan Marvellous Indonesia AI Assistant (MaiA). Layanan berbasis kecerdasan buatan ini dirancang untuk memberikan rekomendasi destinasi, atraksi, kuliner, hingga akomodasi secara personal kepada pengguna.

Dalam ranah wisata tematik, MaiA memiliki kemampuan untuk memberikan saran perjalanan berdasarkan minat spesifik wisatawan. Hal ini mencakup berbagai kategori seperti wisata kopi, gastronomi, kebugaran (wellness), warisan budaya (heritage), ekowisata, hingga wisata budaya secara umum.

“Dengan demikian, wisatawan tidak hanya memperoleh daftar destinasi, tetapi juga rekomendasi aktivitas, produk lokal yang dapat dieksplorasi, serta pengalaman khas yang sesuai dengan preferensinya,” kata Itok. (rara-lingkar.news)