Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Meriahkan Kota Bogor, Angkat Warisan Pajajaran

KOTA BOGOR, Lingkar.news Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Kota Bogor, Jawa Barat (Jabar), Jumat (8/5/2026) malam berlangsung meriah dengan menampilkan ragam seni tradisi dari berbagai wilayah di Jawa Barat maupun luar daerah.

Kirab budaya dimulai dari Museum Pajajaran yang berlokasi di Jalan Batutulis, dan dipimpin langsung oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) yang mengenakan pakaian serba putih sambil menunggang kuda.

Di belakangnya, turut serta Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Bupati Bogor Rudy Susmanto, jajaran Forkopimda, serta para tokoh adat dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Dalam rangkaian kirab tersebut turut dihadirkan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake, yang dahulu digunakan sebagai mahkota para raja Sunda Pajajaran.

Sebanyak 14 kampung adat dari berbagai daerah di Jabar ikut ambil bagian dalam kirab budaya itu, di antaranya Kampung Adat Gelaralam, Sinarresmi, Ciptamulya, Naga, Urug, Kuta, Dukuh, Cigugur, Cikondang, Pulo, Cireundeu, Miduana, Cikalong, dan Galuh.

Kemeriahan kirab juga diwarnai penampilan kesenian dari luar Jawa Barat seperti Ondel-ondel dari DKI Jakarta, Rampak Bedug dari Banten, Kenthongan, hingga Calung dari Jawa Tengah.

Selain itu, sebanyak 25 kesenian dari kota dan kabupaten di Jabar turut tampil memeriahkan kirab, di antaranya Tari Payung dari Kota Bogor, Tari Topeng Cisalak dari Kota Depok, Tari Topeng dari Kota Cirebon hingga Kuda Renggong dari Kabupaten Sumedang.

Gubernur KDM mengapresiasi masyarakat dan Pemerintah Kota Bogor atas pelaksanaan kirab budaya tersebut. Menurutnya, Kirab Mahkota Binokasih menjadi momentum untuk mengembalikan nilai-nilai sejarah dan budaya Sunda di tanah Pajajaran.

“Mahkota Binokasih memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Pakuan Pajajaran yang berpusat di Bogor,” ujarnya.

KDM juga mengusulkan agar kirab budaya tersebut menjadi agenda tahunan di Kota Bogor sekaligus diikuti penataan kawasan Surya Kencana dan sekitarnya.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar akan memberikan perhatian terhadap penataan kawasan mulai dari jalan hingga penerangan di jalur kirab budaya tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemprov Jabar terhadap Kota Bogor, khususnya terkait pelestarian budaya dan penataan kawasan kota.

Dedie mengatakan penataan tersebut nantinya akan melalui proses perencanaan dan penganggaran sesuai aturan tata kelola pemerintahan.

Ia menilai kirab budaya tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk menghargai warisan budaya leluhur Sunda.

“Ini sebuah rangkaian kegiatan yang penuh makna. Makna tentang bagaimana kita menghargai warisan para leluhur kita,” kata Dedie.

Menurutnya, nilai-nilai budaya Sunda yang diwariskan para leluhur menjadi pelajaran penting bagi masyarakat dalam menjaga dan membangun daerah untuk generasi mendatang.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki