Mensos Pastikan Asesmen Korban Tabrakan Kereta Bekasi untuk Program Pemberdayaan

JAKARTA, Lingkar.news Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memastikan seluruh korban tabrakan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi akan menjalani asesmen menyeluruh.

Asesmen dilakukan agar para korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka, mendapatkan program pemberdayaan sosial yang tepat sasaran.

Hal itu diungkapkan Mensos saat takziah ke keluarga Nuryati (63), salah satu penumpang KRL yang menjadi korban, di rumah duka Jalan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

“Semuanya akan kita lakukan asesmen dan akan kita berikan dukungan program sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Kebutuhan setiap keluarga kan berbeda-beda,” kata Gus Ipul, sapaan Mensos.

Baca juga: Korban Jiwa Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Bertambah Jadi 16 Orang

Insiden maut ini terjadi pada Senin (27/4/2026) pukul 20.55 WIB, melibatkan KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 rute Gambir–Surabaya Pasar Turi yang menabrak rangkaian KRL relasi Kampung Bandan–Cikarang (PLB 5568A) di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi.

Berdasarkan data terbaru, musibah tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 81 orang lainnya mengalami luka-luka.

Gus Ipul menegaskan kehadiran negara melalui Kementerian Sosial (Kemensos) merupakan arahan langsung dari Presiden untuk memberikan atensi terhadap keluarga korban.

Baca juga: Jenguk Korban, Prabowo Tegaskan Pemerintah Investigasi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Saat mengunjungi rumah duka almarhumah Nuryati, ia mengungkapkan bahwa korban merupakan sosok pahlawan ekonomi keluarga sekaligus aktif dalam kegiatan sosial sebagai pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama (NU).

Almarhumah diketahui merupakan peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) yang memiliki delapan anak.

“Beliau memiliki usaha warung kecil-kecilan yang selama ini menghidupi keluarga. Kami ingin musibah ini tidak menggoyahkan ekonomi keluarga, maka akan kami dampingi agar usaha tersebut bisa dipertahankan, bahkan kalau perlu naik kelas,” ujarnya.

Untuk tahap awal, Kemensos menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa kebutuhan pokok, santunan uang tunai, serta dukungan psikososial sebagai tali asih pemerintah di luar santunan Jasa Raharja.

Namun, Mensos menekankan bahwa fokus utama pemerintah adalah pemberdayaan ekonomi jangka panjang bagi keluarga korban agar bisa menlanjutkan kemandirian ekonomi.

“Kami akan memberikan pendampingan sesuai hasil asesmen. Kami berterima kasih kepada keluarga yang terbuka menyampaikan kondisinya, sehingga kami bisa menindaklanjuti dan mengaitkan dengan program-program pemerintah,” kata Gus Ipul.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki